Surabaya - Surya- Rombongan calon jemaah haji (CJH) asal Magetan mengalami kecelakaan, Jumat (30/10) pukul 09.45 WIB. Iring-iringan bus yang mereka tumpangi bertabrakan dengan dump truk di Jl Raya Kramat Tumenggung KM 43, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Tujuh orang dilarikan ke RS Citra Medika. Namun sesampai di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, terhitung 12 orang yang harus mendapatkan perawatan.
Di antara 12 korban, terdapat seseorang yang terluka parah di kepala dan mengalami penurunan tingkat kesadaran. Dia adalah Mursyid Usman, 65, warga Ploso Tinil, Panekan, Magetan. Karenanya, dia harus rawat inap di rumah sakit milik pabrik kertas Tjiwi Kimia itu.
Sedangkan istri Mursyid, Siti Marfuah, hanya mengalami luka ringan. Meski begitu, ia terpaksa tinggal di RS Citra Medika Sidoarjo untuk menemani suaminya.
Beberapa saat setelah kejadian, diketahui hanya tujuh orang yang dilarikan ke RS Citra Medika. Selain Mursyid dan istrinya, korban luka lainnya adalah Ny Sikem, 50, warga Ngancar, Panekan, Sidowayah, Magetan; pasangan suami-istri Soleh, 48, dan Susmiati, 45, warga Punduk Doro, Plausan, Magetan; Yuni Isnaini, 45, warga Jl Jaksa Agung Suprapto 22 Magetan yang juga petugas dari Kantor Departemen Agama (Depag) Magetan; serta Mahfud Edi Purnomo, warga Nawangan, Teras, Kediri yang juga sopir bus rombongan III calon jemaah haji.
Namun sesampai di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo, setelah para penumpang bus naas itu dibawa dengan bus cadangan, diketahui ada 10 orang yang menjalani perawatan di poliklinik AHES, di luar Mursyid dan istrinya yang masih dirawat di RS Citra Medika.
Para korban luka lainnya itu antara lain Tugirun Bin Marto Sadenu, 60, warga Sidomukti, Plaosan, Magetan; dan Abdul Samiun, 82. bahkan Tugirun yang mengaku sakitnya makin terasa terpaksa dirujuk ke RSU Haji Sukolilo.
Sulis Umar, Koordinator Pelaksana Haji Magetan mengatakan, rombongan CJH Kloter 26 ini berangkat dari Magetan pukul 06.00 WIB. Rombongan terdiri 322 orang CJH yang dibawa dengan tujuh bus PO Indah Jaya. “Rombongan dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo pukul 12.00 WIB,” katanya.
Semula iring-iringan tersebut terdiri mobil patroli pengawalan (patwal) di iringan pertama, disusul dua truk pengangkut barang-barang CJH, lalu mobil Taruna (petugas haji), diikuti tujuh bus yang mengangkut rombongan CJH.
Namun, saat memasuki wilayah Mojokerto, iring-iringan rombongan mengalami perubahan komposisi, karena bus pertama (I) jalannya terhalang sebuah truk. Akhirnya, bus rombongan II mendahului, lalu disusul bus rombongan III.
Begitu lepas dari Mojokerto, tepatnya di tikungan Kramat Tumenggung KM 43, ada sebuah bus umum berhenti di tepi jalan, sehingga iring-iringan rombongan haji mengambil jalur agak ke tengah untuk mendahuluinya, namun masih berada di batas marka jalan.
Namun saat bus rombongan III nopol W 7322 UR mendahului, dekat patung Tjiwi Kimia, Tarik, Sidoarjo, dari arah berlawanan (Surabaya) muncul dump truck nopol L 8313 UD berkecepatan tinggi yang disopiri Budi Suroso, 30, warga Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Akibatnya, tabrakan tak terhindarkan. Sisi depan sampai separuh badan sisi kanan bus mengalami rusak parah. Kaca bus juga berantakan. “Satu orang terpental dari bus,” ujar seorang saksi mata.
“Saya tahunya tiba-tiba terjadi benturan yang keras, lalu kaca-kaca berhamburan,” kata Ngatiyem, salah satu CJH.
”Saya tahu-tahu sudah tertimpa kotak AC yang ada di atas saya, kemudian terkena pecahan kaca pas di wajah yang membuat mata saya berdarah,” ungkap Sikem.
Mengalami kecelakaan, rombongan pun berhenti. Para calon jemaah haji yang selamat kemudian dipindahkan ke bus cadangan untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Sementara, tujuh orang dilarikan ke RS Citra Medika ditemani petugas pelaksana haji Magetan.
Truk Langgar Marka
Seorang saksi mata mengatakan penyebab kecelakaan itu karena truk yang berlawanan arah melanggar marka jalan yang membuat tabrakan tak bisa dihindari.
Suyono, 35, salah satu CJH mengatakan saat kejadian dirinya melihat jelas bus yang ditumpanginya berjalan normal ketika lewat di tikungan. Tapi tiba-tiba muncul truk melaju kencang dari arah berlawanan.
“Saat itu sopir bus sudah berusaha mengerem dan membanting stir ke kiri namun tabrakan tidak terhindarkan,” kata Suyono di Asrama Haji Sukolilo.
Posisi korban terparah, Mursyid Usman saat kejadian dalam posisi berdiri sehingga saat sopir melakukan pengereman mendadak dia langsung terpental keluar dari dalam bus. “Saat kejadian itu rata-rata jemaah banyak yang tertidur sehingga tidak bisa menghindari pecahan kaca. Sedangkan Pak Mursyid yang saat kejadian itu dalam posisi berdiri, terpental keluar,” tuturnya.
Pria yang akan berangkat bersama istrinya, Rini Handayani, 30, ini bersyukur karena semua jemaah selamat. “Istri saya mengalami luka akibat benturan kursi depan dan terkena pecahan kaca,” ungkapnya.
Lain halnya dengan Tugirun yang mengalami luka pada mata bagian kanan akibat terkena pecahan kaca. Lelaki asal Sidomukti, Plaosan, ini mengatakan saat kejadian dirinya sedang tertidur dan tiba-tiba saat bangun dia berada di samping sopir dan tertindih jemaah lainnya.
Kepala Bidang Haji dan Umrah Depag Jatim, H Najiyullah berharap kondisi Tugirun dan 10 CJH lainnya segera membaik, sehingga bisa terbang ke Tanah Suci pada Sabtu (31/10) hari ini sekitar pukul 08.00 WIB.
Sedangkan untuk korban Mursyid Usman, Najiyullah memastikan dia tidak bisa berangkat bersamaan dengan kloternya. ”Biar dia mendapat kesempatan untuk menyembuhkan lukanya dulu. Dia mengalami patah tulang, untuk selanjutnya akan diberangkatkan dengan kloter lain bila memungkinkan,” tandas Najiyullah.
Dengan demikian Mursyid menjadi CJH ketiga yang gagal berangkat bersama kloternya. Nasib serupa sebelumnya dialami Beta Minar Rahma binti A Nuhaimin, CJH kloter 14 asal Jalan Joyo Taman Sari I/15 Merjosari, Kota Malang; dan Achmad Bin Moch Bahri, 20, CJH kloter 11 asal Desa Mayangan RT 03/RW01, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Beta tertunda keberangkatannya karena kondisinya lemah akibat operasi usus halus yang dilakukannya dua bulan sebelumnya. Sementara Achmad gagal karena pas foto di visanya tertukar dengan foto adiknya.
Harus Diprioritaskan
Terkait kecelakaan rombongan haji tersebut, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti memastikan pihak Unit Laka Lantas jajaran setempat akan melakukan pemeriksaan dan olah TKP secara cermat. Mengingat rombongan CJH yang menggunakan bus ini sudah menggunakan patroli pengawalan (patwal) di depan dan belakang rombongan.
“Seharusnya pengguna jalan lain, kalau ada iring-iringan kendaraan dengan patwal, mereka harus memberi prioritas. Dengan adanya kejadian ini, harus diselidiki dulu mana yang salah,” kata Pudji, Jumat (30/10).
Lebih lanjut Pudji menyebutkan bila anggota lantas yang ada dalam patwal, untuk awalnya pasti sudah melakukan koordinasi dengan seluruh sopir yang akan mengikuti perjalanan. Para sopir ini akan mendapatkan briefing umum tentang misalnya keharusan menjaga jarak dengan kendaraan di depannya, termasuk mengantisipasi agar tidak ada kendaraan lain di luar iring-iringan yang masuk ke iring-iringan. bet/rie/uji
Editor : jps