SURABAYA - SURYA- Rusaknya KA Arek Surokerto (Angkutan Rakyat Ekonomi Kecil Surabaya Mojokerto) ternyata dramatis. Bayangkan, kereta senilai Rp 24 miliar itu rusak hanya gara-gara filter oli tertusuk tanduk kambing.
Itu sebabnya, Anggota Komisi D (Bidang Transportasi) DPRD Jatim Agus Maimun terang-terangan mencurigai cepat rusaknya angkutan massal hasil daur ulang Kereta Api Listrik (KRL) itu.
Menurut Agus, rusaknya KRL yang telah diubah menjadi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) itu agak sulit dicerna akal. Sebab, mesin dua trainset KA Arek Surokerto itu rusak hanya setelah beroperasi selama 50 hari sejak diresmikan 29 Agustus 2009.
Padahal, alokasi anggaran proyek itu lumayan besar, Rp 24 miliar dari APBN 2008. Agus khawatir alokasi anggaran tidak sesuai peruntukan. “Makanya kasus ini harus diusut tuntas. Saya akan meminta dewan memanggil Dishub & LLAJ Jatim serta PT KA untuk menjelaskan masalah ini,” tegasnya, Jumat (30/10).
Selain diusut tuntas, politisi PAN ini juga mendesak PT Inka mempercepat perbaikan mesin KA Arek Surokerto yang rusak. Karena warga Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto, sangat membutuhkan kereta komuter bertarif Rp 3.500 sekali jalan itu.
“Kalau keretanya rusak, tidak akan ada progres. Sebaliknya, rencana menambah jumlah transportasi massal malah mundur dari program yang ditetapkan,” tandas Agus. Ke depan memang ada rencana menambah KA ekonomi dan komuter dari Surabaya ke sejumlah daerah, termasuk Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, dan Lamongan.
Rusaknya dua trainset KA Arek Surokerto terjadi sejak sebulan lalu. Waktu itu, ketika satu trainset kereta sedang melaju di atas rel menuju Surabaya, tiba-tiba di tengah jalan, ada kambing lewat. Masinis sudah berusaha mengerem mendadak, tapi tak mampu menahan laju KA. Kambing malang itu akhirnya tewas.
Anehnya, sehari setelah menabrak kambing, mesin KA Arek Surokerto tiba-tiba rusak. KA mogok jalan. Beberapa minggu berikutnya, tepatnya 19 Oktober 2009 satu trainset lainnya juga tiba-tiba rusak saat akan dioperasionalkan tanpa diketahui penyebabnya.
Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kahumas PT INKA Fathoer Rosyid membenarkan rusaknya mesin dua trainset KA Arek Sumokerto. “Tapi, kerusakan mesinnya tidak sesederhana seperti yang disampaikan PT KA Daops VIII,” ujarnya lewat ponsel.
Satu trainset, katanya, rusak setelah menabrak segerombolan kambing. Setelah diteliti, ternyata pemicu kerusakan adalah tanduk kambing yang terlindas KA menancap mengenai filter oli hingga bocor. Karena kebocoran ini tidak terdeteksi dan KA tetap jalan, oli pun habis.
“Habisnya oli itulah yang membuat mesin rusak. Kalau melihat penyebabnya, dipicu faktor dari luar, bukan karena operasionalisasi,” jelasnya. “Sedangkan satu trainset lainnya rusak karena tekanan anginnya kurang,” imbuh Rosyid.
Karena dua-duanya rusak, PT Inka, kata Rosyid akan segera memperbaiki mesin KA Arek Surokerto. Namun, dia belum dapat memastikan kapan perbaikan selesai. Sebab, untuk yang filter olinya bocor, ada bagian mesin yang harus diputus. Sementara untuk membubutkan mesinnya harus ke Balikpapan. “Itupun biasanya harus antre dulu. Belum perjalanannya ke sana. Pokoknya, kalau perbaikan selesai, apakah dalam satu atau dua bulan ke depan, kereta akan langsung kita kembalikan ke PT KA Daops VIII,” janjinya. uji
Editor : jps