SURABAYA - SURYA - Kedatangan kloter 24 CJH asal Kabupaten Probolinggo, Jumat (31/10) pagi, membuat petugas Bea dan Cukai geleng-geleng kepala. Ini karena ada CJH yang membawa rokok, obat kuat, dan jamu, dalam jumlah besar.
Yang membawa rokok dalam jumlah melebihi ketentuan ada tujuh orang. Masing-masing mereka membawa enam slot. Padahal, sesuai aturan, mereka tidak boleh membawa lebih dari dua slot.
“Mereka berasal dari Pulau Gili. Setiap tahun selalu ada CJH dari daerah itu yang membawa rokok melebihi ketentuan,” ungkap Kabid Haji dan Umroh Depag Jatim H Najiulloh.
Hal itu, kata Najiulloh terjadi karena memang mereka disarankan membawa rokok dalam jumlah banyak, dengan alasan kalaupun dilarang nantinya pasti dikembalikan lagi.
Selain rokok, dari kloter ini, petugas juga menemukan obat kuat dan jamu. Obat kuat untuk stamina merek Hemaviton itu ditemukan sebanyak 42 pak. Yang juga dalam jumlah besar adalah ramuan jamu ”Rumput Fatima”. Jamu berasal dari Saudi Arabia ini biasanya dimanfaatkan untuk melancarkan kelahiran bagi ibu yang siap melahirkan.
”Makanya, sangat aneh, untuk apa naik haji membawa barang-barang yang tidak penting seperti itu,” kata Humas PPIH Depag Jatim H Sugianto.
Selain dua jenis barang terlarang itu, petugas juga menyita enam botol minyak goreng. Sesuai aturan, CJH dilarang membawa cairan dalam jumlah banyak.
Pada hari ini, Sabtu (31/10), yang akan berangkat ke Saudi Arabia adalah kloter 24 pada pukul 04.00 WIB, kloter 25 pada pukul 06.00 WIB, dan kloter 26, pada pukul 08.00 WIB. Terakhir kloter 27, yang berangkat pada pukul 16.10 WIB.
Sementara CJH yang masuk AHES, adalah kloter 28 (dari Ponorogo dan Surabaya) pada pukul 09.00 WIB. Kloter 29 (Tulungagung dan Surabaya) pada pukul 11.00 WIB, dan kloter 30 (Madiun dan Surabaya) pada pukul 13.00 WIB.rie
Editor : jps