SURABAYA - SURYA - Baru Beroperasi 50 Hari. Proyek daur ulang Kereta Api Listrik (KRL) menjadi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) diduga dilakukan tidak cermat. Salah satu buktinya menimpa Kereta Api Angkutan Rakyat Ekonomi Kecil Surabaya Mojokerto (KA Arek Surokerto).
Belum ada dua bulan setelah diresmikan 29 Agustus lalu, dua trainset moda transportasi murah dari Surabaya-Mojokerto untuk masyarakat kecil ini sudah mangkrak sehingga harus ditarik ke bengkelnya di Madiun. Celakanya yang rusak adalah mesin yang menjadi otak dari proyek yang didanai APBN 2008 sebesar Rp 24 miliar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, rusaknya dua trainset KA Arek Surokerto bermula sekitar sebulan lalu. Waktu itu, ketika satu trainset kereta dengan tarif Rp 3.500 sekali jalan ini sedang melaju di atas rel menuju Surabaya. Tiba-tiba di tengah jalan, ada kambing lewat. Karena kaget, masinis yang mengerem secara mendadak tetap tak dapat menghentikan laju KA. Kambing pun tewas terlindas.
“Anehnya, sehari setelah menabrak kambing tersebut, mesin KA Arek Surokerto tiba-tiba rusak dan tak dapat jalan,” ujar sumber Surya di PT KA Daops VIII.
Sedangkan rusaknya satu trainset lainnya terjadi 19 Oktober lalu. Tidak diketahui apa penyebabnya, tiba-tiba saat akan dioperasikan, mesin KRDE ini rusak. Sehingga praktis, KA Arek Surokerto hanya beroperasi sekitar 50 hari saja.
Manajer Humas PT KA Daops VIII Surabaya Nur Amin membenarkan rusaknya dua trainset KA Arek Surokerto. “Saat ini, dua trainset kereta yang rusak sudah dibawa ke PT Inka Madiun untuk diperbaiki,” ujarnya kepada Surya, Kamis (29/10).
Nur Amin juga membenarkan penyebab rusaknya satu trainset KA Arek Surokerto setelah menabrak kambing yang tiba-tiba melintas di atas rel. “Saat diberi tahu penyebabnya, kita juga sempat bingung,” jelasnya.
Meski dua trainset KA sudah dibawa ke Madiun, kata Nur Amin, pihak PT Inka belum dapat memastikan kapan perbaikan mesin itu selesai, karena PT Inka masih menunggu spare part dari Korea. Hal itu dilakukan karena KA Arek Surokerto merupakan modifikasi KRL menjadi KRDE dengan menggunakan mesin Hyundai dari Korea.
Nur Amin menjamin layanan transportasi dari Surabaya ke Mojokerto tak akan terganggu menyusul tak lagi beroperasinya KA Arek Surokerto. Karena penumpang masih terlayani KA ekonomi jarak pendek lainnya yang lewat Mojokerto. “Kondisinya sama dengan sebelum ada KA Arek Surokerto,” imbuhnya.
Secara terpisah, Kepala Dishub & LLAJ Jatim Binsar Tua Siregar mengaku belum mendapat laporan tentang rusaknya KA Arek Surokerto. “Saya akan cek dulu, karena belum mendapat laporannya,” terangnya.
Meski demikian, dia minta rusaknya mesin segera diperbaiki oleh PT Inka. Karena KA komuter ini sangat membantu masyarakat kecil. Terutama di wilayah sepanjang stasiun yang dilewati, mulai Surabaya Kota-Gubeng-Wonokromo-Sepanjang-Kumendung-Boharan-Krian-Kedinding-Tarik-Mojoanyar (Darmasi)-Mojokerto. “Makanya perbaikan oleh PT Inka harus dilakukan secepatnya,” tegasnya.
Hal itu dia tegaskan, karena peresmian KA Arek Surokerto sebelumnya sempat molor sembilan bulan. Launching dan operasionalisasi awalnya direncanakan akhir Desember 2008. Tapi, karena rangkaian kereta belum jadi, ditunda Februari. Karena gagal lagi, diundur Maret 2009. Namun rencana kembali gagal dan harus diundur sampai April. Karena tak terwujud, harus molor lagi dan dijanjikan awal Juli beroperasi. Sebelum akhirnya dijadwalkan ulang untuk diresmikan 29 Agustus lalu. uji
Editor : jps