Pemkot Perjuangkan BOSDA untuk Siswa SD-SMP di Malang

MALANG | SURYA Online - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur (Jatim), memastikan bahwa tahun 2010 siswa SD-SMP negeri di daerah itu tetap mendapatkan dana bantuan operasional daerah (Bosda) sebagai pendamping BOS dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Wali Kota Malang Peni Suparto, Jumat (30/10), menegaskan, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, pemkot setempat akan tetap memperjuangkan adanya Bosda sebagai pendamping BOS dari APBD Pemprov Jatim dan APBN (pusat).

“APBD 2010 Kota Malang diperkirakan mengalami defisit sekitar Rp 27 miliar, namun kami akan tetap memperjuangkan adanya dana pendamping Bosda maupun BOS dari APBN, supaya orang tua siswa tidak terlalu terbebani dengan biaya pendidikan yang sebenarnya semakin tinggi ini,” tegas politisi dari PDIP itu.

Peni mengakui, menyusutnya (defisit) APBD 2010 disebabkan adanya pemangkasan dana alokasi khusus (DAK) yang cukup besar, serta tidak adanya dana dekosentrasi untuk pos Dinas Pendidikan dari pusat (APBN).

Senada dengan Peni Suparto, Asisten III Sekkota Malang Imam Buchori juga menyatakan, keseriusannya untuk memperjuangkan Bosda dalam APBD 2010. Keseriusan itu sudah dituangkan dalam draf pembahasan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) APBD 2010.

Walaupun sudah dituangkan dalam KUA dan PPAS RAPBD 2010, namun Imam Buchori tidak mau menyebutkan nominal karena masih berupa usulan dan belum ditetapkan (disahkan) dalam APBD.

“Nanti kalau sudah disahkan oleh dewan pasti tahu nominalnya berapa, kalau sekarang jangan dulu karena kami tidak ingin berpolemik terkait nominal Bosda dalam APBD,” tegas Imam.

Menurutnya, mekanisme penganggaran Bosda tersebut adalah “sharing” 50:50 antara Pemkot Malang dengan Pemprov Jatim. Bosda tersebut di luar BOS dari APBN, sehingga nantinya ada sinergi antara Bosda dan BOS.

Total perkiraan kebutuhan biaya pendidikan untuk SD/MI negeri di Kota Malang sekitar Rp 35,986 miliar untuk siswa sebanyak 85.638 orang, dan SMP/MTs negeri sebesar Rp 47,456 miliar dari jumlah siswa sebanyak 39.547 orang.

Sementara kebutuhan biaya pendidikan SD per siswa rata-rata sebesar Rp 52 ribu/bulan dan SMP sebesar Rp 135 ribu/bulan. Dengan adanya kucuran BOS dari pusat untuk SD sebesar Rp 33 ribu dan SMP sebesar Rp 48 ribu/siswa/bulan tersebut, maka untuk SD ada kekurangan sekitar Rp 20/siswa dan SMP sebesar Rp 88 ribu/siswa/bulan. Kekurangan tersebut diupayakan dapat dipenuhi dari sharing anggaran Bosda pemkot setempat dan Bosda dari Pemprov Jatim. ant

Dibaca: 375 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar