BATU-SURYA- Sebagai warga yang sudah menyandang predikat haji di depan namanya, HM Damauri tidak layak ditiru. Bagaimana tidak, ia memimpin sebuah komplotan pencuri ternak sapi. Ia berdalih hasil curian itu untuk menafkahi anak-anak yatim piatu.
Dilihat dari sudut manapun ia jelas salah karena melanggar hukum dan karena itu Robin Hood van Batu itu dijebloskan ke tahanan Polres Batu bersama tiga anak buahnya.
Kepada polisi, HM Damauri mengaku, meskipun berprofesi sebagai pencuri namun sebagian besar keuntungan penjualan sapi curian itu dibagikannya ke para anak yatim piatu di Kecamatan Bumiaji. Tak ada niatan lain di hati pak haji ini selain bisa menyisihkan sedikit hasil curiannya untuk menyejahterakan anak yatim. “Uangnya tidak saya nikmati sendiri, tetapi sebagian untuk beramal kepada anak yatim, “ kilah Damauri, saat ditanyai wartawan di Polres Batu, Rabu (28/10).
Namun sayangnya Damauri tak melihat dampaknya kepada peternak kecil yang menjadi korbannya.
Tertangkapnya kawanan maling spesialis sapi ini berawal dari sejumlah laporan warga Junrejo yang akhir-akhir ini banyak ternak sapinya hilang. Terakhir aksi pencurian menimpa korban Supangat, 49, warga Jeding Desa Junrejo Kota Batu yang kebingungan mencari sapinya. Dari laporan itulah akhirnya, Polres Batu akhirnya menelusuri keberadaan sapi korban hingga ke Purwodadi.
Hasilnya, Polres Batu menemukan sapi korban sedang diperjual-belikan oleh Ngateno, 47, warga Dauan Sengon Purwodadi. Saat itu Ngateno sedang menjual sapi betina dan anak sapi, ketika ditanya sapi berasal dari mana Ngateno, yang berprofesi sebagai penadah tak bisa berkelit. Bersama Ngateno juga ditangkap penadah lainnya, Satimun, 43, warga Pucangsari Purwodadi. “Kami hanya membantu menjualkannya saja. Tetapi kami tidak tahu kalau itu barang curian,” bela Satimun.
Dari ocehan keduanya, akhirnya Polres Batu menemukan tiga nama yakni HM Damauri, Bonawi serta SN yang saat ini sedang buron. Damauri dan Bonawi ditangkap saat di rumah mereka, bersama keduanya juga diamankan mobil Zebra yang digunakan sebagai alat pencurian. “Saya baru beberapa kali mencuri. Terakhir di rumah kakak ipar saya, kebetulan saya melihat sapi yang dimilikinya sehat dan bagus,” ungkap Bonawi.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Decky Hermansyah, berjanji akan terus menguber tersangka SN. Apalagi SN merupakan, otak dari sejumlah pencurian yang terjadi. “Saat ini kami terus mengendus jejak keberadaannya,” tandas Decky.st11
Editor : jps