KUALA LUMPUR | SURYA Online - Akibat disiksa majikannya, TKI asal Dusun Pondok Jeruk Barat, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), Munti binti Bani (36), meninggal dunia, Senin (26/10) pukul 10.10, setelah dirawat di Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah, di Klang, Selangor sejak Selasa (20/10) akibat disiksa majikannya.
Munti, disiksa oleh majikannya warga Malaysia etnis India, kepalanya dibotaki, dipukuli dengan besi, dan disuruh tidur di WC. Berkat laporan Gerald Lazarus, seorang pengacara Malaysia yang juga etnis India, Munti berhasil diselamatkan polisi Malaysia.
“Kami turut berduka, sedih dan prihatin karena masih ada lagi pembantu Indonesia yang disiksa parah, bahkan kini hingga meninggal dunia di rumah sakit,” kata Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar di Kuala Lumpur, Senin.
Jenazah akan segera dipulangkan ke kampung halaman Munti di Dusun Pondok Jeruk Barat, Jember, Jatim, setelah selesai menjalani otopsi rumah sakit dan urusan keimigrasian selesai. Diperkirakan Rabu (28/10) ini jenazah sudah bisa dibawa ke keluarganya di Jember.
“KBRI juga akan mengurus semua dana santunan yang berhak dia terima termasuk asuransi,” kata Da’i Bachtiar.
Ia berharap kepolisian dan aparat penegak hukum Malaysia dapat menegakkan aturan dan rasa keadilan bagi korban serta memberikan hukuman setimpal untuk majikannya yang beretnis India itu.
Da’i Bachtiar sempat menjenguk korban di rumah sakit, Jumat (23/10), namun tidak bisa berkomunikasi karena Munti tidak sadarkan diri dan dirawat di ruang ICU.
“Jadi ketika menjenguk korban, saya bertemu dengan kepala polisi Klang, Selangor. Ia menceritakan, kedua majikan Munti yakni Vanitha dan Murugan sudah ditahan dan kini dalam tahap interogasi,” katanya.
Sedangkan menurut tiga dokter yang merawat Munti, korban mengalami patah tulang yakni di pergelangan tangan, di tulang rusuk, dan tulang punggung akibat benturan benda keras.
“Selain itu, ada luka yang terlalu lama di kaki yang mengakibatkan infeksi dan kondisi fisiknya merosot. Akibat kondisi fisik yang sangat lemah, tim dokter tidak berani untuk melakukan operasi patah tulangnya,” ujar Da’i.
Menurut informasi KBRI, suami Munti, Suparno dan tiga orang anaknya tinggal di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jatim. “Suaminya sudah dihubungi dan sudah siap menerima jenazah korban di Jatim,” kata Da’i. ant
Dibaca: 280 kali
azizinakata
orang kayak gitu layakdi huukum mati aja
samsul
org2 cina dan india di malaysia yang sering melakukan kejahatan seperti ini,org melayu baik2 koq
Nurhayati
semoga hukuman yang akan dijatuhkan pada majikan Munti, setimpal dengan apa yang dideritanya.