RIAU | SURYA Online - Satu keluarga yang tinggal di pondok kebun di Desa Lubuk Mas, Kecamatan Bunut, Pangkalan Kerinci, Riau, tersambar petir. Akibat sambaran petir tersebut, satu orang tewas dan enam anggota keluarga yang lain harus mendapat perawatan di RSUD Pangkalan Kerinci, Pelalawan, tiga diantaranya dalam kondisi kritis, Minggu (25/10).
Sariman dan keluarganya bertugas menjaga kebun milik kepala desa setempat. Menurut Sariman yang ditemui di rumah sakit, saat kejadian mereka sekeluarga Sariman tengah berada di dalam pondok berlantai dua yang terbuat dari kayu. “Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saja badan terasa disengat listrik, disentrum sangat kuat dan rasanya terbakar. Saya juga mendengar seisi rumah berteriak minta tolong,” ujar Sariman.
Sariman (60) dan istrinya Sarina, serta anak bungsunya Anto (6) saat kejadian sedang berada di lantai dasar pondoknya, sedangkan anak dan menantu serta cucunya berada di lantai atas pondok yang beratap seng tersebut.
“Kami hanya bisa berteriak-teriak karena seisi rumah sudah terbakar dan kami akhirnya dibawa warga desa ke RSUD ini,” kata Sariman, Minggu.
Menurut Lurah Lubu Mas, Saharudin di RSUD Pangkalan Kerinci, warga mendengar sekeluarga Sariman berteriak-teriak kesakitan. Lalu warga beramai-ramai mendatangi rumah Sariman dan warga terkejut melihat keluarga Sariman menggelepar-gelepar menahan sakit.
“Warga membawa mereka segera ke RSUD. tapi malang, anak bungsu Sariman, Anto yang masih duduk di kelas I sekolah dasar tidak tertolong lagi dan meninggal dunia,” ujar lurah.
Lurah juga menyatakan kalau kehidupan keluarga Sariman amat prihatin, karena mereka termasuk keluarga miskin, makanya mereka tinggal di rumah pondok dalam kebun yang cukup jauh dari rumah tetangga lainnya.
“Saya dan warga akan berusaha mengurus pembiayaan keluarga Sariman. Mudah-mudahan Pemkab Pelalawan juga mengulurkan tangan untuk biaya keluarga ini,” ujar Saharudin. ant
Dibaca: 413 kali
reez
selalu tingkatkan kewaspadaan kita
Krisna
Fotonya keren abis…
raden
berhati2lah kepada masyarakat indonesia karena sekarang iklim tidak menentu…
medina
semoga pemkab pelalawan mau memberikan bantuan juga, agar beban keluarga pak sariman berkurang.
Nurhayati
pasti kejadian ini karena rumah mereka berada di dalam kebun dan mungkin tidak ada penangkal petirnya. apalagi rumahnya tingkat dua dan beratap seng. ya semoga cepat sembuh dan dapat bekerja lagi.
hamrin z
kami dari KPA KOMPAK BUTON, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara kami di WANADRI semoga amal ibadah saudarah kami di terima di sisiNYA amin.
untuk WANADRI semoga makin kuat dan sukses selalu