Garap BB, Operator CDMA Saling Salip, Animo Tinggi Dikebut Akhir Tahun

Surabaya - Surya- Ceruk bisnis smartphone BlackBerry (BB) yang menggiurkan, membuat operator berbasis CDMA mulai ikut-ikutan menggarap pasar yang sudah diperebutkan operator GSM. Karena itu, demi meraih pelanggan, beberapa operator CDMA saling menyalip memunculkan BlackBerry CDMA, yang baru diluncurkan Research In Motion (RIM) di Indonesia.

Operator CDMA yang mengambil start dulu adalah PT Smart Telecom. Operator telepon Smart ini rupanya telah mencapai kesepakatan dengan produsen BB tersebut, termasuk melengkapi sertifikasi impor, sehingga akan meluncurkan BB CDMA sekitar awal November ini.

“Kami telah bekerja sama langsung dengan RIM di Kanada, dan telah ada kesepakatan untuk distribusi BB CDMA di Indonesia,” jelas Ruby Hermanto, Head of Commercial Marketing PT Smart Telecom, saat dihubungi Rabu (21/10).

Ruby mengatakan, mulai menggarap pasar BB karena melihat tingginya animo masyarakat terhadap smartphone ini. Selain itu, kelebihan BB pada layanan data sesuai dengan fokus bisnis Smart yang menekankan data daripada voice maupun SMS. “Kami langsung negosiasi dengan RIM, sehingga kami juga distributor resmi BB CDMA di Indonesia,” tandasnya.

Kelebihan layanan data akan menjadi fokus Smart dalam menggaet pelanggan BB CDMA. Pasalnya, selain punya akses data bagus, Smart juga mengandalkan kecepatan data yang ditunjang infrastruktur sekitar 1.300 BTS secara nasional, di mana pada 2009 ditargetkan ada penambahan sekitar 3.000 BTS.
“Karena smartphone ini tergolong mahal, segmen pelanggan yang dibidik adalah middle up. Soal harga kami belum mau membeberkan, termasuk unit yang dipasarkan,” ujar Ruby.
Operator CDMA Flexi, PT Telkom, juga tidak mau ketinggalan. Namun, saat ini Telkom masih dalam penjajagan. GM Network Telkom Divre V Jatim Ketut Budi Utama mengutarakan, pihaknya masih dalam pembicaraan dengan RIM, terkait distribusi BB CDMA. “Untuk skema harga belum ketemu. Kami sebenarnya ingin harga BB CDMA sama atau lebih murah dibandingkan BB Gemini,” tegasnya.

Meski begitu, ia optimistis BB CDMA bisa diluncurkan Flexi pada awal 2010. Keoptimisan ini beralasan, mengingat infrastruktur yang dimiliki Telkom sangat memadai, termasuk BTS. Dari data yang ada, jumlah BTS Flexi lebih dari 4,000 unit dan melayani 13,5 juta pelanggan di Indonesia.

Sementara, PT Indosat Tbk, operator seluler terbesar kedua di Indonesia ini, diperkirakan baru merilis BB CDMA tahun depan. Padahal, awalnya operator ini berencana merilis ponsel itu kuartal III 2009.

Kepala Humas Indosat Adita Irawati beralasan, mundurnya rencana menjual gadget paling laris itu karena terbentur pembekuan sertifikasi impor BB Juni lalu. “Waktu itu kan ada isu perizinan antara RIM dengan pemerintah. Imbasnya, negosiasi kami dengan RIM tertunda,” kata Adita, kemarin.

Adita mengatakan, Indosat masih tetap mengupayakan dapat menjual BB CDMA sebelum tahun ini berakhir. “Kami harapkan bisa lebih cepat menjualnya karena dari sisi komersial BB CDMA lebih terjangkau harganya,” imbuh Adita.

Adita enggan memerinci jumlah unit BB CDMA yang bakal dijual. Yang jelas untuk tahap pertama, Indosat akan memasarkan produk ini ke pengguna StarOne. Saat ini jumlah pelanggan StarOne mencapai 700.000 orang. sda/ktn

Dibaca: 284 kali

  • Editor : jps

Kirim Komentar