SURABAYA-SURYA- Ribuan pencari kerja menyerbu arena Bursa Karir ITS (BKI) ke-18 di Gedung Graha 10 Nopember, Rabu (14/10).
Para pencari kerja yang datang dari beberapa daerah di Jatim itu langsung memadati beberapa stan perusahaan yang disiapkan di ajang tahunan itu.
Tercatat ada 50 perusahaan yang ikut serta dalam BKI tahun ini. Bukan hanya perusahaan nasional yang membuka peluang bagi lulusan baru itu, tapi beberapa perusahaan multinasional juga turut serta. BKI juga menyediakan tempat dan waktu khusus bagi presentasi peruahaan dan pelaksanaan tes rekrutmen.
“Kami sedang membutuhkan banyak tenaga baru karena kami baru membuka cabang di Gorontalo, Toli Toli, Bitung, Kendari Makasar dan Ambon,” ujar Dhany Indra Christian, HRD Officer Meratus.
Perusahaan pelayaran yang ambil bagian dalam BKI itu membuka peluang bagi pencari kerja untuk banyak posisi, baik lulusan ekonomi maupun teknik. Selain Meratus stan perusahaan yang kemarin diserbu banyak pencari kerja adalah stan PLN. Ratusan pengunjung rela antri untuk mengisi berkas lamaran melalui komputer yang disediakan.
“Hingga siang ini saja sudah menembus angka 4 ribu pengunjung, padahal target kami cuma 3.500,” ujar Heru Lumaksono, ketua pelaksana BKI ke-18.
Para pencari kerja sebagian besar berasal dari Jawa Timur dan 60 persen merupakan lulusan ITS. Namun ada pula yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Meski BKI hanya dibuka selama dua hari, hingga hari ini, Kamis (15/10), ITS tetap membuka kesempatan bagi proses seleksi.
“Kami sudah mengatur jadwal seleksi di kampus ITS, jadwalnya bahkan sudah terisi sampai 6 November,” ujar Heru. rey
Dibaca: 343 kali
Darmn
Semoga mereka bisa mendapat pekerjaan yang baik untuk masa depannya
endrik iman santoso
Setiap ada lowongan pasti ada pelamar yang gak tertampung walaupun ijazahnya sarjana maupun setingkat SMU,SMK ini bom waktu yang harus di pikirkan pemerintah secepatnya untuk meredam Bom waktu pengganguran yang semakin bertambah.
Krisna
Ada senang dan ada sedihnya, sebagai mahasiswa ITS saat ini……
Senang karena dengan BKI dapat mengurangi pengangguran di Indonesia
Sedihnya karena menandakan bangsa ini masih menjadi “job seeker” belum “job creator”
Mending selain BKI, Kampus dan Pemerintah sering mengadakan seminar dan pelatihan enterprenuership dan memberikan fasilitas yang mudah didapat untuk orang yang berani membuka usaha baru.
wahyu anggoro
tiap tahun selalu ada pengengguran. semoga tahun ini dapat pekerjaan
FITRIANI
saya lulusan D3 akuntansi, apa bisa diterima sebagai karywan????