Detektor X-Ray Tampilkan Obyek Telanjang Dikhawatirkan Menjurus Pornografi

MANCHESTER - SURYA- Pemeriksaan menggunakan sinar X-ray biasa dilakukan di setiap bandara untuk alasan keamanan. Kali ini sebuah mesin X-ray baru yang bisa menghasilkan gambar telanjang tengah diuji coba di bandara Manchester, Inggris.

Melalui gambar yang ditampilkan, akan diketahui dengan cepat, apakah penumpang membawa senjata, bahan peledak atau sejenisnya. Begitu dikutip BBC, Selasa (13/10). Bahkan mesin itu bisa menjelajah seluruh tubuh untuk memperlihatkan pembesaran payudara, tindik di tubuh maupun alat kelamin si penumpang.

Mesin tersebut diperkenalkan di terminal 2 Bandara Manchester. Penumpang yang akan melewati mesin tersebut tidak perlu melepas jaket, sepatu maupun sabuk yang mereka kenakan.
“Mesin ini meminimalkan cekcok yang biasa terjadi saat penumpang diminta melepas beberapa barang yang mereka pakai. Beberapa penumpang juga tidak suka jika badannya digeledah,” ujar Sarah Bennet, Kepala Pelayanan Konsumen di Bandara Manchester.

Disinggung mengenai gambar telanjang yang ditampilkan mesin scanner itu akan menjurus ke arah pornografi. Menurut Barrett, gambar tersebut hanya bisa dilihat seorang petugas di lokasi khusus, sebelum akhirnya gambar tersebut dihapus.

“Gambar tersebut tidak erotis atau porno, mengingat gambar tersebut tidak bisa disimpan dalam waktu lama,” tegas Barrett.
Toh, penumpang yang tidak ingin melewati mesin tersebut, bisa menolaknya untuk dilakukan penggeledahan seperti biasa. “Mungkin kalau saya berusia 18 dan masih langsing, dengan senang hati akan melewatinya,” kelakar Barrett.

Mesin scan ini berharga 80.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,2 miliar. Cara kerja mesin ini cukup sederhana. Sebuah gelombang elektromagnetik diarahkan ke penumpang yang berdiri di bawah alat penandanya. Gambar virtual tiga dimensi kemudian tercipta dari energi yang dipantulkan. Barrett menjamin tingkat radiasi mesin ini sangat aman.
“Penumpang bisa melewati mesin ini 5.000 kali dalam setahun tanpa rasa khawatir. Tingkat radiasinya sangat kecil,” ujar Barrett.

Pihak Departemen Transportasi Inggris akan memutuskan, apakah memasang alat tersebut secara permanent atau tidak. Mesin scan diproduksi RapiScan Systems, dan pernah diuji coba di New York, Los Angeles dan Bandara Heathrow tahun 2004. bbc/mail/tis

Dibaca: 233 kali

  • Editor : jps

Komentar anda

  1. raden Sabtu, 17 Oktober 2009 - 12:11:34

    bisa2 dipakai untuk hal2 yg tidak bertanggung jawab nih….

Kirim Komentar