PRANCIS - SURYA- Presiden Prancis Nicholas Sarkozy dituding melakukan nepotisme karena memberikan jabatan prestisius untuk anak lelakinya, Jean Sarkozy, 23. Yakni pemimpin La Defense, distrik bisnis terbesar di Paris, bahkan terbesar seantero Eropa.
Rekan separtai Sarkozy di Union for a Popular Movement (UMP), mengecam tindakan sang presiden, yang dengan mudahnya memberikan jabatan tersebut pada anak keduanya, seperti dikutip Times, Jumat (9/10).
Mereka menyebut Sarkozy berusaha mengekspos dirinya sendiri dan membangun sebuah dinasti baru. Sementara partai oposisi meneriakkan kata nepotisme atas tindakan Sarkozy.
Patrick Jarry, Walikota Nanterre, yang berbatasan dengan Le Defense, mengungkapkan, Jean tidak memiliki kapasitas dan kualifikasi untuk jabatan tersebut.
“Penunjukan ini tidak lain ditujukan untuk memastikan keberadaan keturunan mereka dan mengunci kekuasaan di area tersebut,” serang Jarry.
Patrick Devedjian, Pemimpin La Defense saat ini, merupakan sosok yang paling terhenyak dengan keputusan yang diambil Sarkozy. Pria yang juga menjabat Menteri Ekonomi dan Rencana Perbaikan ini hanya berkomentar singkat, mengutip ucapan Corneille, drama abad 17. “Jiwa yang terlahir mulia, tidak butuh waktu bertahun-tahun untuk menunjukkan keberaniannya.”
Karir Melejit
Promosi Jean, dipandang Partai Sosialis sebagai skenario Sarkozy untuk menciptakan dinasti Paris terbesar, yang dikontrol pihak UMP. Menurut mereka, kabinet Sarkozy akan lebih mudah mengontrol Paris dan beberapa wilayah tersibuk di Prancis.
Jika Jean jadi menjabat posisi tersebut bulan Desember mendatang, maka karir pertamanya lebih melejit dibandingkan ayahnya. Sarkozy hanya memenangkan posisi walikota Neuilly, wilayah bisnis pinggiran saingan La Defense, kala berumur 28.
Dan tidak seperti Sarkozy yang menapaki karir politiknya dengan usahanya sendiri, maka Jean selalu dibantu sang ayah agar bisa mendapatkan ‘karir’ yang lebih bagus. Nah, jika Jean mau mengambil jabatan tersebut, maka ia akan mengawasi keluar masuknya miliaran Euro di distrik tersebut, dimana perusahaan-perusahaan besar dunia berkantor pusat di sana. times/tis
Dibaca: 690 kali