JAKARTA-SURYA- Dua penerjun payung mengalami kecelakaan saat latihan di Pondok Cabe, Tangerang. Salah satu korban tewas diduga anggota TNI AL bernama Riko Andi, anggota marinir asal Kabupaten Nganjuk.
Sedangkan korban seorang lagi belum diketahui identitasnya. Kedua korban itu terjun bebas dari ketinggian udara lantaran peralatan terjun payung yang digunakan tidak mengembang sempurna. Keduanya jatuh di kawasan Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang.
Kabar kematian Riko diperoleh dari informasi seorang Provost yang berjaga di depan ruangan UGD RS Marinir di Cilandak, Jakarta. Di tempat itu bersemayam jenazah mayat penerjun yang tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (9/10).
Saat dimintai informasi lebih lanjut, petugas itu enggan menjelaskan dengan alasan perintah atasan. “Ini urusan internal, terima kasih sekali tapi ini biar menjadi urusan internal kita,” ujar provost itu menirukan ucapan atasannya.
Menurut informasi yang dikumpulkan wartawan di lapangan, dua penerjun payung jatuh di lokasi berdekatan. Satu korban dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya, yang tidak diketahui identitasnya, mengalami kondisi kritis dan dirawat di RS Bhakti Husada.
Menurut keterangan salah seorang saksi mata, Jumaidi, 45, warga sekitar yang tengah memancing di danau, mengaku sempat melihat sosok korban yang terjatuh dari ketinggian. “Saya lihat korban sudah dalam keadaan tergeletak tidak bergerak di tanah,” kata Jumidi.
Dikisahkan Jumidi, sekitar pukul 10.00 WIB, dirinya mendengar warga ramai-ramai menuju arah lokasi jatuhnya dua penerjun. Dirinya pun lalu mendekati lokasi tersebut bersama warga lainnya. “Yang saya tahu saat melihatnya, dia sepatunya menggunakan sepatu TNI. Tapi baju yang dikenakan sejenis parasut seperti penerjun payung,” ungkapnya.
Mendapat laporan warga, pihak Universitas Terbuka segera menghubungi rumah sakit terdekat untuk mengantar ambulans ke lokasi. Sekitar pukul 11.00 WIB ambulans bertuliskan RS Bhakti Husada pun tiba di lokasi dan membawa kedua korban.
Tak lama berselang jasad korban tewas dikirimkan ke RSUD Marinir di Cilandak, lantaran korban diketahui sebagai prajurit TNI AL.
“Semula dua korban dibawa ke rumah sakit Bhakti Husada. Tapi menjelang Jumatan ada mobil dari TNI AL mengecek, tapi hanya sebentar lalu kembali,” pungkasnya
Petugas piket Lanud Pondok Cabe mengakui ada beberapa orang latihan terjun payung berangkat dari Lanud Pondok Cabe sekitar pukul 10.00 WIB. Namun ia enggan menyebutkan indentitas dua penerjun payung itu. “Untuk lebih jelasnya silakan ke TNI AL saja karena mereka dari Marinir,” katanya.
Sementara itu Plh Kadispen Marinir Mayor Elfian menyatakan, pihaknya belum menerima laporan dari satuan-satuan Marinir tentang adanya aktivitas terjun payung jajarannya hari ini. oz/dtc
Dibaca: 192 kali