Kediri - Surya- Jangan pernah berpikir bahwa bule selalu berduit. Di Kampung Inggris, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, seorang bule Australia, Lucas, 34, diusir warga lantaran tak pernah membayar kalau makan di warung.
Tidak itu saja. Lucas yang tampil perlente dengan rambut dikuncir belakang ini sudah berkali-kali membuat kesal warga Tulungrejo. Hampir setiap pemilik warung kesal karena si bule ini makan tapi tak mau bayar. Hingga akhirnya bule ini usir ramai-ramai.
“Saya awalnya bangga warung saya diminati bule. Dia minta makan pakai sop. Setelah itu, saya hanya diberi uang Rp 2.000. Di warung lain malah tak bayar,” kesal Ny Suwarno, pemilik warung di sentra kursus Bahasa Inggris ini kepada Surya, Kamis (8/10).
Kekesalan yang sama disampaikan pemilik kios di Jl Anyelir, Suradi. Setiap kali melintas di jalan ini, Lucas dengan seenaknya mengambil air botolan. Berkali-kali pula bule terdampar ini tidak mau membayar. Kalau diminta membayar, alasannya uangnya besar.
Lucas yang biasanya datang dengan mobil Kijang kapsul putih DK 1845 BB ini juga membuat pemilik bengkel kesal. “Malam-malam mobil mogok, orang bengkel memperbaiki hanya diberi uang Rp 12.000,” tambah Ny Suwarno.
Lantas siapa Lucas? Sampai saat ini belum jelas alurnya hingga bule ini bisa terdampar di Pare. Penelusuran Surya, Lucas pernah menjadi tenaga pengajar di salah satu lembaga kursus kecil di Tulungrejo. Saat itu, Lucas mengaku dari Australia dengan menunjukkan foto kopi paspor.
Dia datang sendirian dan mengatakan istrinya ada di Australia. Namun di lembaga kursus ini hanya bertahan sebulan. Setelah itu, bule ini tinggal berpindah-pindah. Terakhir tinggal di Damarwulan, Kepung, dan Perumahan Bendoasri, Pare.
Nur Wiyono, salah satu pengelola tempat kursus menjelaskan bahwa awalnya Lucas dikenal sebagai native speaker (pengajar asing). Namun, kedatangannya ilegal. Jarang lembaga resmi kursus menggunakan tenaganya. Tapi sang bule terdampar itu tak kurang akal. Dia mendekati peserta kursus dengan duduk satu meja dari warung ke warung. Dia mamasang tarip conversation Rp 200.000 per bulan per kepala. “Ya begitu cara mengajarnya. Bertemu di warung dan diajar di meja warung. Ini yang semakin membuat pemilik warung tambah kesal,” kata Nur.
Saat ini, Lucas harus berurusan dengan polisi. Bersama anak kecil bule dan perempuan Jawa, dia diperiksa di ruang Intelkam. Diduga kuat, visa yang digunakan menyalahi hukum keimigrasian. Baik paspor maupun visanya habis. Lucas juga datang dengan visa wisata tapi malah mencari pekerjaan di Pare.
“Kami masih mendalami kelengkapan adiministrasi sang bule. Setidaknya, bule ini memang merasahkan warga,” jelas Kapolres Kediri, AKBP Benyamin. Polisi juga mendalami mobil putih Lucas yang STNK-nya habis Februari 2008. k2
Dibaca: 302 kali