Ledakan Misterius Guncang Sulsel

Jumat, 9 Oktober 2009 | 8:13 WIB | Posts by: jps | Kategori: Sulawesi |

Makassar - Surya- Kilatan petir tiba-tiba yang dibarengi ledakan dahsyat dan getaran-getaran kecil mengagetkan seluruh warga Kabupaten Bone, Sulsel, Kamis (8/10), sekitar pukul 11.30 Wita.

Warga 27 kecamatan di Kabupaten Bone hingga perbatasan Kabupaten Wajo, Soppeng dan Maros melihat kilatan dan suara dahsyat dan getaran-getaran tanah kecil. Tak urung, kejadian itu membuat mereka panik karena mengira terjadi gempa di satu wilayah Bone.

Menurut Andi Batara Sundra, warga Watampone, suara ledakan itu datang secara tiba-tiba disaat panas terik matahari. “Sekitar lima detik sekali petir dan ledakan sebanyak empat kali secara berentetan. Juga menyebabkan getaran-getaran kecil di tanah, ” ungkapnya.

Hingga kini belum jelas benar penyebab suara ledakan itu. Namun beberapa spekulasi berkembang, dari meteor yang menabrak bumi hingga pesawat tempur jenis Sukhoi yang sedang berlatih jatuh.
Ledakan itu cukup menimbulkan kepanikan. Beberapa sekolah memutuskan untuk memulangkan siswanya lebih awal. Yang lebih tragis ledakan itu secara tidak langsung menyebabkan kematian Cantika, seorang bocah berumur sembilan tahun.

Menurut ayahnya, Cantika yang menderita penyakit jantung kaget mendengar ledakan yang sangat keras itu. Bocah itu tiba-tiba berlari sambil menangis dan dia terjatuh. Upaya membawa korban ke RSUD Tenriawaru, Watampone, tak menyelamatkan nyawa Cantika.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar mendeteksi getaran 1,9 SR di kawasan itu ketika ledakan terjadi. “Magnitud getaran sangat kecil, terjadi di perbatasan Kabupaten Bone dan Wajo, atau 62 kilometer dari Kota Sengkang, ibukota Kabupaten Wajo,” kata Made Widiada, staf BMKG Makassar.
Menurut dia, getaran pada pukul 10.34 Wita itu, terdeteksi terjadi di kedalaman satu kilometer dari permukaan tanah. Selain Bone, getaran juga terdeteksi di Kawasan Camba, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Bulukumba.
Namun ledakan itu juga menyebabkan sejumlah rumah di kawasan itu rusak. Yang rusak terutama bagian dinding dan plafon rumah. Beberapa orang mengaku mendengar ledakan dahsyat dan melihat kilatan seperti petir hingga menyebabkan guncangan dan rumah bergetar.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Hery Subiansauri, warga melaporkan masyarakat Tanjung Palette, Bone, mengakun melihat benda memancarkan api dan asap di udara.
”Setelah itu terjadi empat ledakan,” jelas Hery seraya menambahkan bahwa ledakan itu terdengar di Kabupaten Bone dan Wajo.

Ketika dikonfirmasi, Komandan Lapangan Udara (Danlanud) TNI AU Hasanuddin Marsekal Pertama IB Putu Dunia mengatakan, hari ini mereka latihan cuma di sekitar Makassar dan tidak ada metode latihan supersonik yang bisa mengeluarkan suara keras. “Sesuai laporan yang saya terima, tidak ada latihan Sukhoi ke daerah Bone,” katanya melalui pesan singkat.

Secara terpisah Kepala Penerangan Komando Operasi TNI AU II, Mayor (Sus) Sonaji Wibowo menjelaskan pada hari Kamis ada enam pesawat TNI AU yang berlatih. “Akan tetapi sebelum pukul 13.00 WITA seluruh pesawat sudah kembali ke homebase di Pangkalan Udara TNI AU Sultan Hasanuddin Makassar dengan selamat. Dan selama latihan tidak ada insiden apa pun,” kata Sonaji.

Sebelumnya, Kepala Planetarium Boscha, Moedji Raharto saat dikonfirmasi terpisah menyatakan kecil kemungkinan ledakan tersebut berasal dari benda asing atau meteor.

Pasalnya, saat jam tersebut sangat jarang ada benda asing yang mampu melewati alat orbit bumi, di mana posisi kepala bumi berada tepat berhadapan dengan matahari.

Sementara itu, Abdul Rahman, peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memastikan hari ini tidak ada benda asing yang masuk ke dalam orbit bumi. kcm/ant/oz

Berita Terkait

  • Tak ada berita terkait

Beri komentar

Mohon perhatian, kami tidak akan meloloskan komentar yang berisi makian, SARA, hinaan dan kata-kata kotor lainnya, harap maklum