PWI Restui Abror dan Ferry, Golkar Calonkan Adies Kadir

Surabaya-Surya- DPD Partai Golkar (PG) Surabaya memfinalkan Adies Kadir sebagai cawali kota Surabaya dalam Pilwali 2010-2015 mendatang. Keputusan tersebut merupakan hasil kesepatan Pengurus Kecamatan (PK) dan Pengurus Kelurahan (PL) se-Surabaya.

“Jadi dalam konvensi PG nanti tinggal mengukur tingkat elektabilitas dari cawali Adies Kadir saja,” kata Humas PG DPD Surabaya, H Amin Istighfarin, Selasa (6/10).

Dijelaskan Amin, PG komitmen mengusung kader sendiri dalam Pilwali kota Surabaya mendatang, mengingat sumber daya manusia yang ada cukup memiliki elektabilitas. “Melihat ini semua menjadikan PG cukup percaya diri dengan cawali kader sendiri, meski harus melakukan koalisi untuk dapat maju dalam Pilwali 2010 mendatang,” ucap Amin.

Sementara dalam halalbihalal pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jatim, Selasa (6/10) di Balai Wartawan Jatim Jl.Taman Apsari, seluruh anggota mengamini anggota PWI maju dalam pilkada, termasuk H Dhimam Abror Djuraid yang digadang-gadang menjadi calon wakil walikota Surabaya dan Ferry Is Mirza yang mencalonkan diri di pilbub Jember.

“Bahkan saya berharap Abror kalau mungkin tidak maju sebagai wakil tetapi sebagai cawali. Tetapi kalau tidak ya bisa berpasangan dengan Fandi Utomo,” tegas H Solihin, anggota senior PWI Jatim.
Abror selaku Ketua PWI Jatim mendapat dukungan yang luar biasa seperti itu dari anggota, mengaku siap-siap saja maju kalau itu memang dikehendaki.

“Saya siap menjalankan dengan penuh amanah kalau memang dikehendaki,” tegasnya.
Ferry Is Mirza sendiri yang mencalonkan bupati Jember bahkan mengaku telah melakukan sosialisasi sekitar dua bulan lalu. Beberapa even sudah digelar di jember untuk memproklamirkan diri.
“Saya ini sekali layar terkembang, surut berpantang. Kalau teman-teman menduklugn seperti ini semangat saya untuk maju sekamin kencang. Tidak masalah saya kalah atau menang nanti. Kalah toh saya tidak mau tetapi kalau menang, teman-teman juga yang nanti senang dan turut menikmati,” ujar Ferry.

Pengamat Politik Unair, Muhammad Asfar menyambut positip calon tunggal cawali Partai Golkar Adies Kadir. Pasalnya, dengan sudah diketahuinya nama cawali saat ini diharapkan akan semakin meningkatkan elektabilitas dan kepopulerannya.

“Langkah Partai Golkar cukup bagus untuk meraih peluang yang ada dengan cepat memunculkan cawalinya itu,” kata Asfar, Selasa (6/10).

Diakui Asfar, semua calon sebetulnya memiliki peluang dan kesempatan yang sama. Tinggal bagaimana calon tersebut dapat memanfaatkannya dengan baik untuk meningkatkan elektabilitas dan populeritas. Karena dari hasil survey saat ini nama Adies Kadir tingkat elektabilitas dan popularitasnya masih cukup rendah.

“Namun jika digarap dengan serius mulai saat ini maka elektabilitas dan populeritas dari pak Adies Kadir bisa naik signifikan,” tandas Asfar.

PKB Lirik Demokrat

Di tubuh PKB Surabaya, syahwat politik Musyafak Rouf untuk ikut meramaikan bursa cawali akhir-akhir ini meredup. Dan hingga kemarin, partai berbasis kaum nahdliyin ini belum mau mengungkap siapa calon yang bakal diusung.

Ali Ja’cob, Ketua Tim Tujuh-tim penjaringan cawali PKB- mengakui saat ini pihaknya masih taraf pendekatan ke sejumlah partai untuk diajak koalisi. Ini penting karena dengan hanya mendapat lima kursi di dewan, PKB tidak bisa mengusung calonnya sendiri.

Partai yang sedang dalam penjajakan adalah PDIP dan PD. Di dua partai peraih suara terbanyak pemilu ini, PKB rela jika hanya dijadikan nomor dua alias hanya mendapat jatah wakil wali kota.
PKB juga tengah menjajaki bakal calon wali kota yang mencuat di kedua partai tersebut yakni Fandi Utomo dan Arif Afandi. Namun karena sampai saat ini PD belum memilih salah satu dari dua nama itu, PKB juga belum bisa menentukan apakah akan menggandeng Fandi atau Arif. aru/uus

Dibaca: 215 kali

  • Editor : jps

Kirim Komentar