MALANG-SURYA- Sampoerna Foundation (SF) belum memberikan lampu hijau untuk merelokasi Akademi SF, yang atas izin pemkot Malang kini terintegrasi dengan SMAN 10 di Sawojajar.
Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senior Officer SF, Indra Singawinata, mengatakan, relokasi akademi SF masih sebatas gagasan Pemkot. ”Masih terlalu cepat untuk bilang kami ini setuju atau tidak. Karena menindaklanjuti opsi itu perlu pendalaman yang bersifat lebih detail,” kata Indra, Selasa (29/9).
Menurut Indra, untuk mewujudkan sekolah yang benar-benar bertaraf internasional, perlu penunjang yang bisa disesuaikan, maupun yang harga mati. ”Harga mati, seperti kualitas guru yang tidak bisa lagi ditawar-tawar. Sementara yang adjustable, seperti fasilitas dan sarana prasarana. Nah, ini yang sedang kami pikirkan matang-matang,” kata Indra yang sehari-hari berkantor di kawasan Sudirman, Jakarta ini.
Hingga kini, lanjut Indra, SF baru sebatas melihat lokasi Tlogowaru yang direkomendasikan Kepala Dinas Pendidikan Malang, Shofwan, beberapa waktu lalu. Indra mengaku, SF kaget atas klaim Shofwan bahwa SF setuju pindah.
Meski demikian, Indra sendiri mengaku tidak sreg, bila SF disebut rugi akibat pemkot yang plin-plan, sehingga secara sepihak akhirnya memisah akademi SF dari SMAN 10. Menurutnya, untung rugi bukan faktor untuk setuju atau tidak atas usul relokasi itu. ”Kembali ke niatnya.
Kalau untuk memajukan pendidikan, kerugian biaya itu pasti ada. Terpenting bagi kami adalah menjaga komitmen terhadap anak-anak di akademi. Termasuk rencana pemindahan ini,” aku Indra.
Sebagaimana diketahui, dalam memorandum of understanding (MoU) pemkot setuju, siswa angkatan 2009-2010 SMAN 10 (selanjutnya disebut Akademi SF, dikelola penuh oleh SF. Setelah mendapat tekanan dari masyarakat, pemkot lalu berencana merelokasi akademi SF ke Tlogowaru, dan mengembalikan SMAN 10 menjadi reguler.
Meski mengabulkan keinginan masyarakat, beberapa pengamat menyebut, wacana relokasi oleh pemkot ini tentu bakal merugikan SF. Salah satu kerugian itu, SF harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pembangunan gedung baru akademi SF.
Sementara itu, Shofwan, kemarin mengatakan SF dalam waktu dekat akan meninjau ulang lokasi Tlogowaru. Ia meminta doa masyarakat, agar proses pengembalian SMAN 10 lepas dari SF alias kembali berstatus reguler, berjalan lancar. ab
Editor : jps