MALANG-SURYA- KPU Kabupaten Malang mengajukan Rp 32 miliar untuk anggaran Pilbup 2010, namun Pemkab hanya sanggup menyediakan kurang dari separuh, maksimal Rp 13 miliar.
Angka itu dipatok KPU dengan asumsi Pilbub 2010 bakal diikuti 10 pasang calon, dengan lima pasang di antaranya independen. “Angka itu baru perkiraan anggaran. Sekitar 50 persen terserap pada belanja barang, pengadaan kertas suara hingga alat tulis,” jelas Abdul Holik, Ketua KPU Kabupaten Malang, usai rakor pilbup dengan Sekkab Malang bersama dinas terkait, Selasa (29/9).
Selain itu jumlah pemilih dan TPS bertambah. Jika pada pilpres lalu jumlah pemilihnya mencapai 1.931.805 orang dan 3.377 TPS, maka untuk pilbup, jumlah DPT-nya diperkirakan naik menjadi 2 juta orang dan 4.225 TPS. Menurut Holik, saat ini KPU sedang menyusun jadwal pilbup yang diperkirakan berlangsung Juli hingga September 2010.
“Pada Februari 2010, kami akan membentuk PPK dan Panwaslu Kabupaten Malang. Untuk itu, KPU akan memunculkan enam nama untuk Panwaslu yang akan dibawa ke Bawaslu. Tapi finalnya nanti, hanya tiga nama saja yang akan mengurusi Panwaslu Kabupaten Malang,” ungkap pria asal Pagak ini.
Sementara itu, Eko Suwanto, Kabag Tata Pemerintahan Umum Pemkab Malang mengatakan, usulan anggaran KPU akan dikaji Pemkab. “Kami minta KPU merevisi, karena angka itu terlalu besar. Sebab anggaran pilbup disiapkan Rp 13 miliar,” kata Eko dikonfirmasi terpisah.
Sejauh ini ada beberapa nama yang berminat pada kursi bupati Malang. Yang sudah terang-terangan adalah wabup Rendra Kresna. Pemimpin BI Malang Ridho Hakim meski tidak jelas kendaraannya, meski sempat sowan ke PDIP. PDIP sendiri sudah menugaskan Hari Sasongko, sekretaris DPC PDIP Kabupaten Malang ikut bursa bupati. Sekkota Malang Bambang DH Suyono juga tergiur kursi empuk itu.vie
Editor : jps