Klojen-Surya- Masyarakat Kota Malang mulailah waspada. Meski belum musim hujan, penyakit demam berdarah (DB) mulai merebak. Salah satu kawasan yang kini mulai diserang DB adalah sekitar Pasar Bunga Spleendid.
Kepala Pasar Bunga Splindid, Totok Winarno mengatakan, ia mendapatkan laporan dari para pedagang mengenai keluarga Warsiah yang terdiri dari tiga orang dan keluarga Haryono yang menjalani rawat inap karena DB.
”Laporan yang saya terima, empat warga terserang. Kejadiannya pekan lalu sebelum Lebaran,” ucapnya.
Lalu, Totok melaporkan ihwal penyakit DB ini ke Dinkes Kota Malang dan dinas tersebut langsung menggelar pengasapan (fogging), Selasa (29/9).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Enny Sekar Rengganingati mengatakan serangan DB tidak harus menunggu musim hujan. Enny menduga jentik nyamuk Aedes Agepty itu berasal dari bak mandi yang jarang dikuras. Kalau dari genangan air di pot bunga, kemungkinannya kecil, karena jentik nyamuk loreng ini biasanya tak dapat hidup di genangan air yang bertanah.
”Jentik nyamuk itu suka berkembang biak di air bersih seperti air bak mandi, dan lainnya. Karena itu, bak mandi harus sering dikontrol dan dikuras,” ungkap Enny.
Vera, salah satu pedagang bungga merasa senang dengan respon cepat Dinkes untuk melakukan pengasapan di wilayah tersebut.
”Bunga dan daun-daun sepertinya jadi persembunyian nyamuk yang ideal. Dan semoga pengasapan ini bisa bikin mati nyamuk,” harap Vera.
Enny menyatakan penderita DB pada September ini sebenarnya cenderung turun dibanding Agustus lalu. Hanya saja Enny tak hapal berapa jumlah penderita DB bulan ini. Meski begitu Enny mengimbau masyarakat agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara aktif karena saat ini sudah mendekati masa musim hujan yang berarti musim penularan DB.
Data dari Rumah Sakit Saiful Anwar, jumlah penderita DB (warga Malang) yang menjalani rawat inap selama bulan September (data hingga 25 September) sebanyak delapan orang, dengan penderita terbanyak adalah anak-anak usia 5-14 tahun, yakni enam orang. Sedangkan selama enam bulan terakhir, tercatat 340 pasien dengan 218 di antaranya adalah warga Malang. Dalam kurun waktu tersebut 12 pasien meninggal dunia.ekn/why
Editor : jps