Home » Berita Terkini

Meniti Sukses Dari Panggung Ke Studio Rekaman

SURYA Online - Soal aksi panggung, grup band D’Kill bisa dibilang jagonya. Jadwal mereka mengisi berbagai pentas selama sepekan nyaris tak pernah kosong.

Karena asyik menghibur di panggung itulah mereka tidak punya waktu untuk masuk dapur rekaman. Padahal, mereka sudah memiliki sejumlah lagu karya sendiri yang selalu dibawakan saat beraksi di setiap pertunjukan.

Kesibukan mereka tak hanya di pentas hiburan biasa. Nama D’Kill juga tercatat sebagai juara di sejumlah festival yang mereka ikuti di wilayah Malang. “Pernah (rekaman) sekali, Tetapi itu hanya rekaman audio permainan kami di atas panggung. Jadi tidak seperti benar-benar rekaman,” kata Alif, gitaris D’Kill.

Dan kemenangan di ajang Surya Hot Music Competition (SHMC) yang memberi peluang lagu mereka masuk album kompilasi, tentu jadi awal langkah D’Kill di industri musik Tanah Air, khususnya di wilayah Jawa Timur. “Penuh terus jadwal main seminggu sebelum rekaman. Jadi latihan untuk festival ya sekaligus latihan untuk rekaman,” tutur Ardi, pemain bass D’Kill.

Ditambahkan, beberapa jam sebelum mereka rekaman di Smile Studio, mereka masih sempat tampil di acara ulang tahun SMP Negeri 1 Malang. Bahkan, setelah rekaman pun keenam personel D’Kill langsung pulang ke Malang untuk mempersiapkan diri mengikuti festival.

Pengalaman pertama masuk studio rekaman, diakui sempat membuat mereka gamang. “Grogi, karena kan beda dengan di atas panggung. Yah, belum pengalaman sih,” ucap Arya, pemain drum yang harus mengulang take beberapa kali.

Pada album kompilasi ini, D’Kill merekam lagu yang masih berkutat masalah asmara tetapi agak nyleneh. Yaitu cerita cinta orang homoseksual berjudul Hanya Sahabat. “Memang tidak biasa, tetapi di masyarakat saat ini sudah mulai ada keterbukaan mengenai tema tersebut. Asyik buat lirik lagu,” tutur Alif, si pencipta lagu.

Situasi yang sama juga dirasakan Zhuko. Band asal Sidoarjo yang memilih lagu bernuansa funk groove bertitel Sang Pemenang sebagai lagu yang dimasukkan dalam album kompilasi ini juga belum pernah rekaman.

“Pagi sebelum rekaman kami latihan dulu,” kata Hosea Adiyo Christon, gitaris Zhuko. Pertama mereka sempat kaget dan grogi dengan proses dan teknik rekaman, namun itu wajar karena baru mengenalnya saat itu juga.

Karena grogi itu pula tiap personel rata-rata harus take sampai tiga kali. Namun, itu sudah termasuk lumayan mengingat mereka masih nol untuk urusan rekaman. Selain itu, semangat semakin terpacu karena orangtuanya merasa bangga atas usaha mereka.

Band yang juga baru mencicipi studio rekaman adalah B-On-X dari Jember. Mereka memasukkan lagu Nyanyian Anak Negeri untuk album kompilasi. “Kalau dulu hanya rekaman video, waktu main live di atas panggung,” ujar gitaris B-On-X Rian Cahya Nugroho. ida

Editor : Achmad Pramudito

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "