MANILA-Pemerintah Filipina menyatakan 240 orang diketahui meninggal dalam banjir yang disebabkan Badai Tropis Ketsana. Negara itu mengimbau bantuan asing untuk menghadapi bencana itu yang menyebabkan lebih dari 450.000 orang mengungsi.
Sekitar 374.890 orang tinggal di penampungan darurat, tiga kali lebih besar dari jumlah yang dilaporkan sebelumnya.
Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro mengatakan situasi bisa lebih buruk jika pasokan bantuan berkurang.
Kenaikan tajam jumlah korban meninggal, 100 lebih banyak dari data sebelumnya, terjadi setelah lebih dari 90 orang meninggal tercatat di Manila, demikian pernyataan Dewan Koordinasi Bencana Nasional.
Imbauan bantuan
Sebelumnya Teodoro mengimbau bantuan kemanusiaan dari masyarakat internasional “Kami berusaha keras menyediakan kebutuhan dasar namun potensi situasi yang lebih parah terjadi di sini,” katanya dalam pidato di televisi.
“Kami tidak dapat menunggu sampai ini terjadi,” tambahnya. Teodoro menjelaskan, tentara, polisi dan relawan sejauh ini mampu menyelamatkan lebih dari 7.900 orang. Fokus bantuan untuk menyediakan makanan dan obat
Para penyelamat melanjutkan tugasnya menarik jenazah dari lumpur dan sungai Namun wartawan BBC Alastair Leithead di Manila mengatakan, operasi penyelamatan sekarang memfokuskan diri untuk mendapatkan pasokan pangan bagi mereka yang mengungsi.
“Kami menunggu bantuan lebih banyak lagi,” ujar Armando Endaya, pemimpin komunitas di aula tempat senam di Manila yang menampung 3.000 orang. Presiden Gloria Arroyo mengatkan, dia membuka istana kepresidenan Malacanang untuk para pengungsi.
Hari Minggu, Arroyo mengatakan badai itu “peristiwa besar yang menguras tenaga kami”. Namun dia mengatakan, “tidak menghancurkan” negeri.
Namun petugas penyelamat dilaporkan kewalahan karena skala banjir ini. Kepala Dewan Koordinasi Bencana Nasional Anthony Golez mengatakan, sumber daya sudah dikerahkan sampai kewalahan. “Kami berkonsentrasi terhadap operasi pemberian bantuan besar-besaran. Sistemnya sudah kewalahan, pemerintah daerah juga kewalahan,” katanya.
Seorang dokter di Manila mengatakan kepada BBC dia telah bekerja selama 24 jam di sebuah rumah sakit yang terkena banjir sejak Sabtu.
Pihak berwenang kini memfokuskan kepada penyediaan makana, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya bagi mereka yang berada di penampungan sementara. Ketsana, dengan kekuatan angin sampai 100 km per jam menghantam Filipina Sabtu pagi melintasi Pulau Luzon sebelum bertolak menuju Laut Cina Selatan. bbc/rr
Editor : Satwiko Rumekso