BERLIN-Hasil awal pemilihan parlemen ke-17 Jerman kemarin (27/09) diumumkan, Partai Aliansi yang terdiri dari CDU dan CSD yang dipimpin oleh Kanselir Angela Merkel mememperoleh 33,8 persen suara untuk terus berposisi sebagai partai terbesar di parlemen. Setelah hasil awal itu diumumkan, Merkel mengumumkan dirinya terpilih kembali.
Hasil tahap awal pemilihan umum yang diumumkan lembaga jajak pendapat berwibawa Jerman kemarin (27/9) malam menunjukkan, Partai Aliansi yang dipimpin oleh Kanselir Merkel memperoleh 33,8 persen suara, meksi lebih rendah dari pada tingkat perolehan suara pada tahun 2005 yang tercatat 35,3 persen ketika itu, namun Partai Aliansinya tetap merupakan partai terbesar dalam parlemen.Namun perolehan suara Partai Sosial Demokrat (SPD) yang dipimpin oleh Wakil Kanselir merangkap Menteri Luar Negeri Frank-Walter Steinmeier menurun tajam hingga 23,1 persen dari pada 33,9 persen pada pemilu yang lalu. Partai Demokrat Liberal (FDP) yang dipimpin Guido Westerwelle naik sampai 14,6 persen dari pada 10,2 persen. Partai Die Linke sebagai partai sayap kiri naik sampai 12,4 persen dari pada 7,7 persen. Partai-parai selebihnya memperoleh 6 persen suara.
Pemilihan umum parlemen Jerman diadakan setiap empat tahun. Menurut Undang-undang Dasar Jerman, partai yang memperoleh suara di atas 50 persen dalam pemilu akan menjadi partai berkuasa, apabila tiada satu partai yang mempunyai 50 persen kursi, dapat pula membentuk pemerintah koalisi dengan bekerjasama dengan partai yang lain, dengan prasyaratnya jumlah kursi partai-partai koalisi itu harus melebihi 50 persen. Partai atau koalisi yang memperoleh separuh lebih kursi dalam pemilu, baru berhak membentuk kabinet dan merekomendasikan kanselir.
Menurut hasil tahap awal pemilu, Partai Aliansi yang dipimpin Merkel dan FDP telah memperoleh mayoritas kursi dalam parlemen, sehingga meratakan jalan demi pembentukan pemerintah koalisi yang bergaris tengah kanan. Usai ungkapan hasil pemilu itu, Merkel menyatakan akan selekasnya membentuk pemerintah yang baru dengan FDP, dirinya akan terus menjabat sebagai kanselir. Ketua FDP Westerswelle menilai tinggi hasil yang tercapai FDP dalam pemillu. Dia mengatakan: “Ini berarti tanggung-jawab, kami ingin menjadi salah satu dari partai berkuasa.” Wakil Kanselir merangkap Menteri Luar Negeri Jerman Steinmeier dari SPD mengakui “kegagalan berat” dalam pemilu. SPD yang tergolong sayap kiri kini merupakan partai oposisi terbesar.
Opini mencatat, selama 4 tahun yang lalu, meski proses pemerintahan koalisi partai CDU dan CSU dengan SPD relatif lancar, dan telah mencapai sekian prestasi dalam sejumlah masalah, antara lain, perubahaan iklim, reformasi finansial serta penyelamatan otomotif Opel, namun karena perbedaan pendirian dan perselisihan kebijakan ekonomi, hal itu memastikan koalisi kedua partai itu masih kurang harmonis. Terpengaruh oleh krisis finansial, kini Jerman sedang menghadapi resesi ekonomi terparah sejak Perang Dunia II. Sejumlah masalah ekonomi seperti rekor baru tingkat hutang, tingkat pengangguran yang kian membubung dan keinginan konsumsi warga negara yang kian menurun telah cukup memusingkan pemerintah baru Jerman. Bagaimana selekasnya keluar dari krisis dan melepaskan diri dari resesi ekonomi, hal itu akan merupakan sebuah tantangan berat bagi pemerintah koalisi baru.
Di bidang diplomatik, pemerintah baru juga menghadapi tugas yang berat. Kini sekitar 4.500 tentara Jerman atas nama pasukan pertolongan keamanan internasional ditempatkan di Afganistan, selain seruan anti perang dari rakyat Jerman, menjelang pemilu kali ini Jerman menghadapi pula ancaman teror dari Al-Qaeda dan Taliban, yang menuntut Jerman mengubah politik diplomatiknya dan menarik mundur tentaranya dari Afganistan. Di bawah tekanan dalam maupun luar netgeri, pemerintah baru Jerman akan menghadapi dilema dalam politik Afganistan. Sementara itu, bagaimana menangani hubungan Jerman-Amerika Serikat, hubungan Jerman-Rusia dan peranan Jerman dalam proses perdamaian Timur Tengah, kesemuanya itu adalah masalah yang akan dihadapi pemerintah baru Jerman. Cri/rr
Editor : Satwiko Rumekso