Home » Berita Terkini

Waspada, Anak Buah Noordin Masih Berkeliaran

JAKARTA | SURYA Online - Tak bermaksud menimbulkan ketakutan, tetapi menumbuhkan kewaspadaan. Kepala Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme Kementerian Koordinator Polkam Ansyad Mbai mengatakan, anak buah Noordin yang memiliki kemampuan merekrut dan merakit bom masih berkeliaran. Beberapa di antaranya menjadi buronan polisi selama bertahun-tahun, seperti Dul Matin, Umar Patek atau Upik Lawanga.

“Masih cukup banyak teroris yang masuk DPO (daftar pencarian orang). Kita belum tahu jaringan langsung di bawah Noordin. Tapi yang punya kemampuan merekrut dan merakit bom masih ada,” kata Ansyad, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/9).

Pascaledakan bom di dua hotel kawasan Mega Kuningan, JW Marriott dan Ritz-Carlton, polisi mengumumkan empat buron teroris baru. Satu di antaranya yang diprediksi kuat menjadi motor penggerak adalah Syaifudin Zuhri alias Syaifudin Djaelani alias Ustaz Udin. Meski terbilang “pemain baru” dan masuk sebagai generasi Jamaah Islamiyah generasi baru, Udin dikenal memiliki kemampuan merekrut. Peran yang pernah dijalankan Noordin sebelum Dr Azahari ditembak mati.

“Urusan dengan teroris belum selesai. Matinya Noordin dan tiga anak buahnya itu baru bisa dikatakan bahwa teroris berkurang. Tapi berapa gantinya, itu yang tidak kita ketahui,” ujar Ansyad.

Ia juga memberikan catatan bahwa perekrutan sejumlah pengebom bunuh diri berusia muda juga patut diwaspadai. Para “calon pengantin” ini menjadi sinyal bahwa perekrutan oleh jaringan Noordin terus berkembang.

Pengamat intelijen, Wawan H Purwanto, juga memberikan analisis yang hampir sama. Ia memprediksi, Udin dan Upik bisa jadi motor baru teroris di Indonesia. “Upik menurut saya masih ada di Indonesia. Tapi kalau Dul Matin atau Umar Patek sudah kabur,” kata Wawan saat dihubungi terpisah.

Wilayah di Pulau Jawa dinilai masih cukup “nyaman” bagi para teroris ini untuk berkonsolidasi. “Tapi setelah Noordin tewas ini, mereka pasti sangat hati-hati dan konsolidasi pasti kacau,” ujarnya. inggried dwi wedhaswary/kcm

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "