DENPASAR - BALI- Penerangan listrik PLN di hampir seluruh wilayah Provinsi Bali padam total selama hampir dua jam, Rabu (16/9) malam sejak sekitar pukul 18.30 Wita, atau beberapa saat setelah waktu berbuka puasa. Kejadian black out di wilayah pelayanan PLN Distribusi Bali –yang menerapkan standar internasional– ini baru pulih sekitar pukul 20.30 Wita di beberapa wilayah.
Kejadian black out, yang dilaporkan sempat sedikit mengganggu sarana vital, seperti Bandara Ngurah Rai, itu bertepatan dengan hari kedua penerapan pemadaman bergilir yang diumumkan PLN Distribusi Bali sejak Selasa (15/9).
Pihak PLN Distribusi Bali mengakui jaringan listrik di wilayah setempat mengalami black out –keluar dari sistem distribusi Jawa-Bali– sehingga kondisi penerangan padam total. “Kami masih mengumpulkan wartawan untuk menjelaskan masalah listrik padam ini. Nanti saja penjelasannya dalam jumpa pers,” kata Agung Mastika dari Humas PLN Distribusi Bali, seraya meminta wartawan segera datang ke kantornya di Renon, Denpasar.
Kejadian aliran listrik padam total ini selain sempat mengganggu sarana vital dan berbagai kegiatan kepariwisataan, seperti yang berlangsung di kawasan Pantai Kuta dan Nusa Dua, juga menimbulkan pertanyaan banyak warga. Masyarakat umum hingga kalangan perhotelan sibuk menelepon ke berbagai pihak, termasuk rekan dan kenalan di daerah lain, menanyakan kondisi di masing-masing wilayah padam atau tidak.
“Listrik di tempat kami dan wilayah sekitar padam. Kondisinya gelap gulita. Apa di Denpasar dan tempat lain juga padam?” tanya Maria dari sebuah panti di Dalung, kepada kenalanannya di Denpasar melalui telepon.
Ita, seorang warga Denpasar, mengaku kecewa tidak bisa segera mengetahui apa yang terjadi. Dia berulang kali menelepon ke layanan informasi PLN namun tidak mendapatkan respons.
Di Denpasar, ketiadaan aliran listrik ditandai matinya lampu pengatur lalu lintas, selain kondisi jalanan dan kawasan
Editor : jps