SUMENEP - SURYA- Ratusan ton tembakau sawah terancam mangkrak. Pasalnya, sejak dini sejumlah pabrikan telah mewanti-wanti agar petani tidak menanam tembakau di lahan sawah. Karena untuk tahun ini sejumlah pabrikan pembelian tembakau hanya akan membeli tembakau gunung dengan kualitas tinggi.
Keengganan sejumlah pabrikan untuk tidak membeli tembakau sawah karena ternyata hasil tembakau sawah kualitasnya rendah dan tidak memenuhi standar mutu dari sejumlah pabrik rokok yang selama ini banyak menyerap tembakau di Madura. Sejumlah lahan tembakau sawah yang terancam mangkrak itu yakni di sekitar Kecamatan Kota Sumenep, Bluto, Seronggi serta Kecamatan Kalianget.
Salah satu pabrikan perwakilan pembelian tembakau terbesar di Madura khususnya di Sumenep, Fredy Kustianto dari PT Gudang Garam Kediri mengungkapkan, pihaknya menolak membeli tembakau sawah, alasannya perusahaan membutuhkan tembakau dengan kualitas bagus dari lahan pegunungan yang bercitarasa tinggi dan harum baunya.
” Sejak tahun lalu, kami tidak terima tembakau sawah. Itu atas permintaan pusat. Tetapi mungkin masih ada pabrikan lain masih ada yang mau membeli,” ujar Fredy..
Selain tidak akan dibelinya tembakau sawah oleh PT Gudang Garam, ternyata untuk stok tembakau Madura khususnya di Sumenep juga dikurangi jatahnya oleh PT Gudang Garam pusat. Kalau tahun lalu stok yang diberikan kepada perwakilan Sumenep ada sekitar 5000 ton, tapi tahun ini kemungkinan hanya berkisar 3.000 ton hingga 4.000 ton.
Sementara itu, Hamidi, 37, warga Desa Gung-Gung Kecamatan Kota Sumenep kapok menanam tembakau sawah. Alasannya, hasil panen tembakau tahun lallu saja masih sulit dipasarkan. Hamidi kini tengah mengusahakan adanya tanaman alternatif sebagai pengganti pengganti tembakau. Ia bersama sebagian warga mencoba tanam ketela pohon, cabai, serta sejumlah tanaman lain yang dapat mengganti tanaman tembakau yang hilang.
Semakin sedikitnya kuota pembelian tembakau yang dilakukan PT. Gudang Garam di Kabupaten Sumenep pada tahun 2009, mendapat tanggapan serius Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep. Sebab, lahan tembakau milik petani ada yang belum dipanen.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Drs H Moh Dail M.Si ketika ditemui sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan Pasar Murah di Lapangan Giling, Senin (14/9) mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya kuota pembelian.
Dail mendesak agar perwakilan PT Gudang Garam menambah kuota pembelian, karena masih bnyak tembakau berkualitas yang belum dipanen.st2
Dibaca: 264 kali