SURABAYA | SURYA Online - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) memprediksikan Idul Fitri 1430 Hijriah akan jatuh pada 20 September.
“Prediksi itu terjadi karena tinggi hilal berkisar 5-8 derajat dan tergolong imkanur rukyat,” kata koordinator Tim Rukyat PWNU Jatim H Sholeh Hayat di Surabaya, Senin (14/9).
Indikasi kuat itu didukung hisab (perhitungan matematis) ulama NU, Muhammadiyah, ahli hisab independen yang mencapai imkanur rukyat. “Imkanur rukyat adalah kesepakatan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura tentang ketinggian minimal untuk melihat hilal yakni minimal 2 derajat,” katanya.
Namun, kata Wakil Ketua PWNU Jatim itu, PWNU Jatim akan tetap menurunkan tim rukyatul hilal pada sembilan lokasi, karena Nabi Muhammad SAW memerintahkan berpuasa dan berbuka dengan rukyatul hilal (melihat hilal atau rembulan usia muda sebagai penanda pergantian kalender).
“Idul Fitri tahun ini sangat dimungkinkan bersamaan antara NU dan Muhammadiyah, karena indikasi ke arah itu cukup kuat sekali, sehingga pemerintah mungkin akan mengikuti,” katanya. ant
Dibaca: 102 kali