Dodoma - Surya- Roman Abramovich boleh jadi salah satu orang terkaya dunia. Tetapi dengan kekayaannya dia belum tentu bisa mendapatkan semua keinginannya. Salah satunya mencapai puncak benua Afrika, Gunung Kilimanjaro, seperti dilansir timesonline, Minggu (13/9).
Pemilik klub sepakbola Chelsea itu mengajak enam temannya untuk mendaki gunung setinggi 19.330 kaki itu. Salah satunya diyakini Guus Hiddink, pelatih Chelsea musim kompetisi lalu. Agar tidak kurang perbekalan, mereka membawa tak kurang dari 113 portir. Ternyata alam memang terlalu kejam untuk seorang Abramovich.
Ekpedisi itu dihentikan di ketinggian 15.100 kaki setelah pria Rusia itu menyerah pada kondisi alam yang ‘menyiksa’ fisiknya sehingga harus mendapat pertolongan medis. Rupanya rombongan orang-orang kaya itu tidak melatih fisik dengan baik untuk mendaki Kilimanjaro.
”Kami tidak mendapat keterangan apapun soal kegagalan mereka mencapai puncak. Namun ada laporan anggota tim itu mendapat masalah pernapasan,” ujar Pascal Shelutete, juru bicara Otoritas Taman Nasional Tanzania.
Menurut Shelutete, tim Abramovich yang terbang ke Tanzania menggunakan pesawat pribadi Boeing 767. Mereka mengambil jalur barat, yang dikenal sebagai jalur pendakian tersulit.
Bos Chelsea itu tidak mengindahkan saran dan peringatan pihak berwenang. Contohnya, para pendaki biasanya menyesuaikan diri dengan kondisi gunung itu selama tujuh hari sebelum mulai naik ke puncak. Tetapi Abramovich langsung mendaki begitu tiba di kaki gunung berjuluk Atap Afrika itu.
Sebagian besar pendaki memilih jalur yang lebih mudah, yang oleh pendaki profesional disebut ‘rute Coca-Cola’. Tetapi jalur itulah yang membawa banyak orang mencapai puncak. Salah satunya Cheryl Cole, istri Ashley Cole yang notabene anak buah Abramovich di Chelsea.
Juru bicara Abramovic membenarkan bahwa bosnya memang ke Kilimanjaro. Namun dia tidak berkomentar soal kegagalan mencapai Atap Afrika itu. tol/kis
Dibaca: 81 kali