Sumur Banyu Urip Produksi 1.000 Barel

Bojonegoro - SURYA- Sumur minyak Banyu Urip di Blok Cepu, Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, mulai berproduksi. Minyak yang dihasilkan dialirkan melalui pipa distribusi sepanjang 40 km menuju lapangan Mudi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, yang dikelola Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java.

“Untuk hari pertama ini produksinya sekitar 1.000 barel, dan secara bertahap terus ditingkatkan hingga mencapai 20.000 barel per hari,” kata Deddy Affidick, External Relations Manager Mobil Cepu Limited (MCL), Senin (31/8).

Produksi minyak Blok Cepu dari salah satu sumur di lapangan minyak Banyu Urip itu dikelola MCL, anak perusahaan Exxon Mobil Oil Indonesia (EMOI).
Ia mengatakan, dengan mengalirnya minyak dari sumur minyak Blok Cepu itu merupakan hari bersejarah bagi Bojonegoro. “Sayangnya, pada produksi awal ini tidak bisa langsung sebanyak 20.000 barel per hari sebagaimana direncanakan,” ujarnya.

Di lapangan Banyu Urip terdapat enam buah sumur, dua sumur di antaranya merupakan sumur injeksi gas dan air yang dimanfaatkan untuk menunjang empat buah sumur minyak yang rencananya berproduksi masing-masing 5.000 barel hingga 7.500 barel per hari.
Sesuai skenario produksi puncak sumur minyak Blok Cepu sebanyak 165.000 barel per hari, ditargetkan bisa tercapai pada 2013. “Tahap awal, sumur minyak yang bisa berproduksi baru dari lapangan Banyu Urip,” jelas Deddy. ant

Dibaca: 359 kali

  • Editor : jps

Komentar anda

  1. bambang prawoto Kamis, 11 Maret 2010 - 10:05:38

    Tolong kalau hasilnya beribu ribu barel minyak bumi mestinya warga sekitarnya ikut menikmati kalau berupa uang tunai pasti cepat habis alangkah baiknya dibangun jembatan antar dua desa Mojodelik,Kec.Ngasem dengan Tlatah Kec.purwosari yg tenaga kerja dari desa sekitanya,karena selama ini dua desa susah untuk silahturahmi sesama warga desa apalagi jika sungai Gandong Banjirr.

Kirim Komentar