Home » Bisnis

Jasa Kiriman Barang Menuai Berkah Ramadan, H-7 Melonjak Hingga 40 Persen

Surabaya-Surya - Memasuki pekan kedua Ramadan, pengiriman paket kilat mulai mengalami peningkatan. Pengiriman paket itu tersebar merata ke seluruh daerah di Indonesia, dengan lonjakan antara 20-40 persen.

Kondisi ini juga terlihat pada jasa paket pengiriman TIKI di wilayah Jatim. Menurut Supervisor Marketing & Claim TIKI wilayah Jatim Achmad Jusron, pengiriman paket barang sebenarnya mulai tampak sebelum Ramadan tiba dan akan mencapai puncaknya pada minggu ke-3 jelang Lebaran.

“Jika pada awal puasa, kenaikan kiriman barang berkisar 25 persen, maka minggu ke-3 kenaikan bisa mencapai 40 persen. Kenaikan signifikan memang baru tampak mendekati Lebaran tiba,” ujar Achmad Jusron, akhir pekan lalu.

Terkait jenis kiriman paket, ia merinci, berimbang antara paket biasa dan kilat (Over Night Service/ONS). Sebagian besar paket yang dikirim terutama untuk tujuan Jakarta dan sekitarnya. “Rata-rata pengirimannya menyebar. Tapi kalau total kebanyakan wilayah Jabodetabek,” jelasnya.

Peminat paket pengiriman, saat ini lebih banyak didominasi kalangan korporasi daripada ritel. Komposisinya, korporasi 65 persen dan ritel 35 persen. Dengan ongkos pengiriman berkisar Rp 12.000 per kg untuk tujuan ke Jakarta, paket biasa Rp 7.000 per kg.

Hal serupa juga diungkapkan Suwandi, Pjs Branch Manager PT Pandu Siwi Logistik.

Dia mengungkapkan, ada peningkatan pengiriman paket kilat baik di Pulau Jawa maupun di luar pulau.
“Peningkatan terjadi dengan komposisi seimbang, 50 persen di Jawa dan sisanya luar Jawa, seperti ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali,” katanya.

Menurut Jusron, kenaikan akan terlihat pada H-15 Lebaran, mengingat pihaknya membatasi waktu pengiriman paket kilat hingga H-7. Pembatasan dilakukan untuk meminimalkan terlambatnya kedatangan paket Lebaran. “Dominasi paket berupa paket barang untuk mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, paket (reward) untuk memberi penghargaan kepada mitra bisnis,” paparnya.

Sementara itu, paket antaran barang melalui PT Pos Indonesia Surabaya mulai menunjukkan peningkatan. Lonjakan justru terjadi sejak satu pekan sebelum puasa. Itu dilakukan masyarakat guna mengantisipasi barang tidak sampai sebelum Lebaran.

”Sudah mulai naik satu minggu sebelum puasa sampai H-7 Lebaran. Setelah H-7 justru sudah turun lagi. Kalau terlalu dekat hari H, mereka khawatir tidak sampai barangnya,” jelas Supriyadi, Deputy Bidang Antaran PT Pos Indonesia Surabaya.

Untuk melayani antaran barang, PT Pos Indonesia Surabaya memiliki enam unit kendaraan, dengan pengiriman 30-40 item barang per unit kendaraan. Namun, sejak seminggu sebelum puasa, antaran barang meningkat antara 50-60 item barang. “Selain barang, paket pengantaran sepeda motor juga mengalami peningkatan,” tambah Barkah Hadimoeljono, Kepala Pos Besar Surabaya. sda

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "