Para relawan baksos memberikan persembahan berupa Gubuk Baca yang di dalamnya terdapat buku-buku yang dapat memanbah wawasan anak-anak desa. Harapannya, dengan adanya Gubuk Baca ini, masyarakat lebih senang untuk membaca karena tidak usah bersusah payah mencari buku bacaan.
LIBURAN semester gasal yang bermanfaat dan menyenangkan. Seminggu bersama 40 relawan Baksos Kependidikan mengabdikan diri di Dusun Tengo, Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Banyaknya anak yang putus sekolah menjadi salah satu alasan mengapa kegiatan ini di lekatkan di dusun itu.
Seolah menjadi hal yang lumrah jika ada anak usia sekolah tapi tidak bersekolah. Putus sekolah banyak terjadi di sana. Latar belakangnya, biaya pendidikan yang tidak terjangkau. Ada juga karena orangtua yang “tidak percaya” lagi dengan sekolah. Mereka justru lebih memilih mempekerjakan anaknya daripada bersekolah atau menikahkan bagi yang perempuan.
Bangsa yang sudah hampir 64 tahun merdeka ini ternyata warganya yang belum banyak yang “merdeka” pikirannya. Sungguh ironis, karena pemerintah melalui Depatermen Pendidikan Nasional meluncurkan beberapa program yang mendukung agar masyarakat Indonesia dapat menempuh pendidikan formal dengan gratis.
Jika seperti ini apa yang harus kita lakukan? Masyarakat Tengo, khususnya anak-anak sebagian bersemangat belajar. Hal ini terlihat tatkala para relawan yang terdiri dari mahasiswa jurusan PAI UIN Maliki Malang mengadakan pendampingan belajar di waktu sore setelah anak-anak mengaji.
Pendampingan sederhana yang dilakukan di gubuk oleh para relawan hasilnya sungguh luar biasa. Beberapa anak yang kurang tertarik dengan membaca, menulis atau bahkan berhitung akhirnya mulai sedikit demi sedikit tertarik. Untuk sebagian anak yang sudah bersekolah, para relawan lebih menekankan agar mereka gemar membaca.
Proses tansformasi ilmu sebenarnya tidak harus dilakukan dalam sebuah “bangunan besar” atau dengan cara yang formal. Begitu juga ketik memberikan motivasi agar anak bangsa gemar membaca. Membaca adalah aktivitas yang menyenangkan. Banyak hal yang akan kita dapat jika kita semua melakukan aktifitas yang satu ini (membaca).
Misalnya, pengetahuan tentang teknologi yang mutakhir atau ilmu- ilmu yang lain.
Letak perbedaan masyarakat kota dan desa hanya satu, yakni up date informasi dan wawasan. Informasi dan wawasan dapat di cari dengan banyak membaca, membaca, dan membaca. Meski wong ndeso tapi kalau gemar membaca, pengalaman dan pengetahuan akan melebihi orang kota.
Para relawan baksos memberikan persembahan berupa Gubuk Baca yang di dalamnya terdapat buku-buku yang dapat memanbah wawasan anak-anak desa. Harapannya, dengan adanya Gubuk Baca ini, masyarakat lebih senang untuk membaca karena tidak usah bersusah payah mencari buku bacaan.
Asumsi bahwa anak-anak desa ketinggalan informasi atau gaptek sedikit demi sedikit akan hilang. Apabila banyak kumpulan masyarakat desa yang cerdas, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang bermartabat. Bangsa besar karena masyarakatnya membaca.
Oleh Amrullah Ali Moebin
Relawan Baksos Kependidikan 2009 HMJ-PAI UIN-MALIKI Malang
amrullah_tbn47@yahoo.co.id
Editor : jps