Home » Berita Terkini

12 Murid Kembar di Satu Sekolah, Guru Kebingungan Membedakan

SINGAPURA-SURYA- Salah satu sekolah dasar di Singapura, Bendemeer Primary School, memiliki keunikan yang belum tentu ada di sekolah lainnya. Sekolah ini memiliki 12 pasang murid yang kembar, 10 pasang di antaranya adalah kembar identik. Demikian seperti dilansir The Sunday Times, Minggu (30/8).
Tidak ada seorang pun dapat menerangkan mengapa sekolah yang memiliki total 1.100 siswa ini mempunyai daya tarik sendiri bagi murid-murid kembar. Bahkan sebagian besar murid kembar tersebut tinggal di sekitar sekolah.

Murid-murid sekolah itu kerap menceritakan betapa mereka punya banyak teman kembar. Sementara itu bisa dimengerti jika para guru di sekolah memiliki kesulitan tersendiri saat kegiatan belajar mengajar. Para murid kembar itu sangat sulit untuk dibedakan, sehingga seringkali para guru bingung dibuatnya.

Guru kelas 3, Santhosa Kumar, termasuk salah satu guru yang menghadapi kebingungan itu setiap kali mengajar. Kembar Nina Qistina dn Rues Lizanna, 9, sangatlah mirip sehingga dia sama sekali tidak bisa mengenali siapa yang siapa.
“Tidak masalah di dalam kelas karena mereka duduk terpisah. Tapi ketika berada di luar kelas, barulah saya mengalami kesulitan mengenali mereka,” aku Santhosa.

Sesuai dengan permintaan orang tua, beberapa murid yang kembar pun ditempatkan dalam kelas terpisah. Kembar Ka Hao dan Ka Jie, 8, semenjak kelas 1 belajar di kelas yang berbeda, itu sesuai dengan permintaan ibu mereka. “Ibu menginginkan kami berpisah karena kami sering bertengkar jika berdekatan,” kata Ka Hao.

Kebingungan yang melanda guru-guru di sekolah ini terus berlanjut meskipun murid kembar tidak dalam tempat yang sama. Direktur Kedisiplinan Sekolah, Veronica Gilbert contohnya, ketika sedang berjalan menuju kelas untuk mengajar, ia sempat mengira salah seorang muridnya berada di luar kelas saat jam pelajaran. Namun, ternyata yang dikira muridnya itu adalah kembaran yang lain.
“Ternyata dia siswa kelas lain. Kembarannya, yang merupakan siswa saya, selalu berada di kelas,” tuturnya. st/ton

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "