SURABAYA - SURYA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim dan mitra PTPN X dan XI serentak menggelar Operasi Pasar (OP) gula di tiga titik pasar tradisional, Jumat (28/8) pagi. OP gula menjelang Lebaran ini menawarkan gula murah Rp 7.500 per kg dengan sistem subsidi dari APBD.
Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, harga gula saat ini sudah melambung dan tidak stabil lagi. Pembengkakan harga ini, menurut beberapa pedagang besar maupun pedagang grosir gula, terjadi di jalur distribusi. Harga gudangnya saja sudah menyentuh Rp 8.300 per kg.
“Untuk mencapai harga jual standar yakni Rp 7.500 per kg, di OP ini Pemprov memberikan subsidi ongkos angkutnya,” ujar Soekarwo, di sela sidak OP gula di Pasar Tambah Rejo, Jumat (28/8).
Harga gula di tingkat eceran saat ini mencapai Rp 9.700-10.000 per kg. Naik drastis sekitar 30-40 persen dari harga sebulan lalu yang masih kisaran Rp 6.500-7.500 per kg.
“Produsen beralasan sulit menekan biaya produksi, ditambah cost distribution yang ikut membengkak. Akibatnya, kenaikan harga di tingkat eceran menjadi tak terelakkan,” jelasnya.
Untuk mengendalikan kondisi ini, tahap awal digelar OP gula yang tiap pasar dijatah 3,5 ton gula, jadi totalnya 10,5 ton gula untuk Pasar Bendul Merisi, Pasar Tambah Rejo dan Pasar Pucang. Pembelian gula murah ini dilakukan dengan sistem kupon, yang sedikitnya telah dicetak 53.000 kupon.
Kepala Disperindag Jatim Zainal Abidin menambahkan, ketidakstabilan harga pangan sebetulnya juga terletak di cabe merah keriting. Dari harga jual Rp 9.300 per kg menjadi Rp 13.000 per kg. “Tapi harga cabe merah keriting sekarang sudah kembali stabil,” ujarnya.
Pasca menggelar OP Gula, Disperindag akan menggelar pasar murah sembako pada H-7 Lebaran dengan melibatkan seluruh Disperindag Kabupaten/Kota di Jatim. “Pasar murah nanti juga akan menjual gula, tapi pakai harga gudang Rp 8.300 per kg, bukan Rp 7.500 per kg lagi. Selain gula pasir juga akan dijual minyak goreng murah, tepung, telur ayam,” imbuh Zainal. ame
Editor : jps