Surabaya-Surya- PT Ciputra Surya Tbk mulai memanfaatkan inovasi IT untuk mendongkrak bisnis propertinya. Bekerja sama dengan perusahaan asal Korea, PT Philtera, Ciputra mengembangkan jaringan IT dengan menggunakan serat optik dan koaksial.
City Manager CitraLand PT Ciputra Surya (PT CS) Tbk Nurulhaqi Asri mengungkapkan, pengembangan jaringan ini mampu menjangkau 5.200 KK yang ada di CitraLand dan Bukit Palma.
“Ini bagian dari inovasi Ciputra dalam bidang properti. Ke depan, kami tak hanya sekadar menjual rumah, namun juga mengembangkan jaringan IT pada penghuni rumah di Ciputra Surya,” tutur Nurulhaqi, usai penantandangan MoU dengan PT Philtera di CitraLand, Jumat (28/8).
Tren ini, lanjut dia, juga diikuti dengan pola belajar siswa, di mana sebagian besar tugas diberikan lewat email. Dengan kondisi ini, praktis jaringan internet mutlak dibutuhkan di rumah. “Kami telah menyiapkan serat kabel optic dan koaksikal sebagai backbone. Dengan luas CitraLand dan Bukit Palma sekitar 850 ha, backbone yang ada panjangnya mencapai 4 km,” tandas Nurulhaqi.
Terkait pengembangan IT ini, ia mengakui, sebenarnya pihaknya sudah mengembangkan internet broadband sekitar 10 tahun lalu. Hanya saja, pengembangan jaringan itu mampu menjangkau 400 rumah. “Ini sebenarnya selling point untuk pengembangan lebih lanjut, karena saat itu teknologi yang dipakai tak secanggih sekarang,” tuturnya.
Berdasarkan komitmen PT Philtera, dalam tiga bulan ke depan jaringan IT bisa mencakup 4.500 KK di CitraLand dan 700 KK di Bukit Palma, dengan total 5.200 KK atau rumah. Setelah itu, jaringan itu akan meluas hingga 10.000 rumah di PT CS dengan luas lahan 2.000 ha.
“CitraLand merupakan pilot project pengembangan ini. Kami juga akan menjangkau sekolah dan kafe di wilayah PT CS,” tambah Sutoto Yakobus, Direktur PT CS.
Untuk jaringan IT, Sutoto menjelaskan, jika jaringan itu berupa IP Phone (telepon dengan video), saluran TV, hingga ketersediaan internet. Keuntungan kerja sama ini, tak lepas dari harga yang lebih murah dibandingkan ketersediaan jaringan IT lainnya. “Contohnya TV, harganya lebih murah atau Rp 125.000 per bulan sudah mendapatkan 60 channel,” pungkasnya. sda
Editor : jps