Home » Berita Terkini

Berjamaah

“Dua orang lebih baik dari satu orang, dan tiga orang lebih baik dari dua orang, dan empat lebih baik dari tiga orang. Tetapkanlah kalian dalam jamaah” (HR. Abu Dawud). Dibandingkan dengan di bulan-bulan lain, di bulan suci Ramadhan terlihat paling banyak jamaah shalat malam di berbagai tempat, terutama di masjid-masjid. Sebenarnya, terlepas dari bulan manapun dilakukan, berjamaah memiliki makna yang amat penting bagi persatuan umat.

Dilihat dari segi kekuatannya, berjamaah harus diakui lebih kuat dibandingkan bila tidak berjamaah. Ibarat ranting atau lidi yang tak mudah dipatahkan, bila sudah dikumpulkan dan diikat kuat. Demikian juga kekuatan manusia. Bila sudah berada dalam jamaah yang baik, tidak berbuat apa-apa juga sudah menjadi suatu kekuatan, apalagi kalau mau berbuat. Dengan sendirinya, semakin banyak orang-orang baik yang masuk ke dalam jamaah, semakin kuat pula jamaahnya.

Sejarah masa lampau juga telah membuktikan, perjuangan nenek moyang kita secara tidak berjamaah dalam rangka membebaskan negeri ini sering mudah dipatahkan oleh pihak yang tidak menginginkan kita menang. Akhirnya, mereka menyadari bahwa hanya dengan berjamaahlah, tujuan untuk menang bisa diraih.

Bukti sejarah tersebut sepatutnya menjadikan kita semakin menyadari betapa pentingnya memperkuat jamaah dalam memperbaiki negeri ini. Lebih-lebih, di saat yang sama, ada sekian banyak kekuatan yang mencoba menghancurkan negeri ini. Perlu diingat bahwa kejahatan yang terorganisir bisa mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Oleh karena itu, tak ada pilihan lain untuk memenangi kebaikan, kecuali berjamaah.
Oleh Jarjani Usman
serambinews.com

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "