SURABAYA - SURYA - PDS Incar Cawawali. Angkatan Muda Demokrat Indonesia (AMDI) Jatim meminta agar Partai Demokrat (PD) membuka peluang bagi orang-orang di luar kader partai untuk maju sebagai calon Wali Kota (cawali) Surabaya.
Menurut Ketua DPD AMDI Jatim Charles Napoleon, PD jangan memaksakan diri untuk mengusung kadernya sendiri. “Sebagai partai terbuka, PD harus memberikan peluang terhadap semua pihak. Kalau memang ada orang yang lebih profesional dan mumpuni, kenapa harus memaksakan kader sendiri,” ujarnya, Jumat (28/8).
PD, lanjutnya, haruslah menjadi partai yang bisa bersikap demokratis dan tidak berpikiran sempit. Artinya, harus berpikir lebih luas demi kepentingan Surabaya.
Diakuinya, saat ini mulai bermunculan beberapa nama dari internal kader yang bakal maju melalui partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini. Antara lain Whisnu Wardana (Ketua DPC PD yang juga Ketua DPRD Surabaya), Fandi Utomo, dan Arif Afandi (wawali Surabaya).
“Tapi kalau ada orang di luar partai yang lebih mumpuni dan memiliki visi-misi yang lebih bagus dalam membangun Surabaya, kenapa tidak?” katanya. Ia katakan, desakan ini akan disampaikannya terhadap Ketua DPD PD Jatim sebagai salah satu masukan.
Sementara itu Asisten I Sekkota BF Sutadi mulai Oktober 2009 memasuki masa pensiun. Berarti peluangnya untuk maju sebagai cawali atau cawawali semakin terbuka. Apalagi sejumlah partai seperti PKS sudah mengincarnya.
Dan, Sutadi tidak menolak anggapan tersebut. Secara implisit Sutadi menyatakan siap maju jika memang dipercaya. “Kalau memang ada yang mempercayai, saya tidak boleh menolak tugas,” kata Sutadi.
Namun, lanjutnya, hingga kemarin dirinya belum memiliki kendaraan politik untuk maju. “Wali kota itu jabatan politis. Selama ini saya menjadi pegawai tidak bersinggungan dengan masalah politik. Saya tidak ada kendaraan politik,” akunya.
Terkait rumor majunya Sutadi di pilwali Wali Kota Bambang mengaku tidak mempermasalahkannya. “Dulu tahun 2005, ada Pak Alisjahbana dan Pak Kadri Kusuma tidak masalah. Waktu itu Pak Kadri masih menjadi Kepala Satpol PP. Beliau secara gentle menyampaikan kepada saya mohon izin mau menghadap. Saya mau mencalonkan diri. Saat itu langsung saya salami sip ayo tarung ambek aku,” ujar Bambang.
Di sisi lain Partai Damai Sejahtera (PDS) juga mulai menggeliat. Namun partai yang memiliki empat kursi di DPRD Surabaya ini hanya mengincar posisi cawawali.
“PDS tidak muluk-muluk, kami hanya mau mengincar jabatan wakil wali kota saja,” ujar Simon Lekatompessy, Ketua DPC PDS Surabaya.
Namun hingga sekarang PDS belum menjatuhkan pilihan untuk berkoalisi dengan partai politik tertentu. “Saat ini kami masih konsolidasi internal partai untuk menentukan siapa orang yang bakal diajukan sebagai cawawali,” ujarnya. bet/uus/jos
Editor : jps