Home » Malang Raya

Mulai Memanas, Rendra Bantah Ada Persaingan Politik

MALANG-SURYA- Sinyal adanya rivalitas jelang pemilihan bupati (pilbup) 2009 antara H Rendra Kresna, Wakil Bupati Malang dengan Ridho Hakim, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Malang tampaknya makin mengemuka.

Ini terlihat dari mulai bentuk komunikasi di antara keduanya sejak mencuat tudingan ilegal dari Rendra atas kegiatan BI menggelar temu UMKM di Balai Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang pada Juli lalu melibatkan tiga SKPD Pemkab Malang.

Informasi yang dihimpun Surya, dalam acara safari Ramadan di Kecamatan Pujon, Rabu (26/8) malam, perbincangan antara keduanya sangat sedikit. Bahkan seorang pegawai mengatakan, mereka tidak banyak bicara kecuali saling menyapa saja.

Benarkah rivalitas ini mulai memanas ? “Ini bukan persaingan. Kalau Pak Ridho maju ya silakan, itu sah-sah saja. Tapi bisa juga (dia) belum tentu maju,” jawab Rendra di ruang kerjanya, Kamis (27/8).

Apalagi hingga saat ini, kendaraan politik Ridho Hakim juga belum jelas. Selain itu, ia juga masih tercatat sebagai orang BI. Rendra menyatakan, terkait kegiatan pertemuan itu, ia sudah kroscek ke Bupati Malang apakah ada undangan tertulis dari BI Malang untuk SKPD itu. Katanya, tidak ada, termasuk perintah ke Sri Haryanto, Inspektur Kabupaten Malang yang juga datang ke acara itu.

“Tak ada niatan bagi saya untuk melarang orang berbuat baik kepada Kabupaten Malang, baik itu institusi BUMN atau swasta. Saya senang dibantu baik dari sisi permodalan atau pemikiran. Tapi jika menyangkut kegiatan dengan mengundang SKPD Pemkab Malang ada aturannya,” tegas Rendra.

Rendra mengatakan, ia berteman baik dengan Ridho Hakim. Mereka sering jogging bareng di kawasan Tidar. Terkait pencalonannya, pria berdarah Madura ini mengakui memang akan maju Pilbup 2010. Namun, ia masih menunggu survei Partai Golkar tentang kelayakannya yang akan dilaksanakan enam bulan sebelum pilbup tentang apakah saya layak di posisi bupati atau wakil bupati.

Jika lolos, ia akan membentuk tim dari ormas seperti NU dan Muhammadiyah, tokoh pemuda, perempuan, pengusaha hingga pendonor. Mereka akan bekerja menyeleksi para cawabup.
Direktur Puskaptis Husin Yazid mengakui adanya fenomena suhu politik yang naik sering makin dekatnya pilbup. Menurutnya, proses ini akan memperjelas siapa yang nantinya akan maju atau tidak dalam pilbup. vie

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "