PONTIANAK | SURYA Online - Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Barat (Kalbar), Andi Jap mengatakan, sepuluh pasien positif mengidap virus A-H1N1 sudah sembuh dan keluar dari ruang perawatan RSUD dr Soedarso Pontianak.
“Untuk Kalbar, sebelumnya ada 16 ’suspect’ mengidap virus tersebut dan setelah dicek di laboratorium, sepuluh di antaranya positif mengidap virus itu,” kata Andi Jap di Pontianak, Rabu (26/8).
Menurut Andi, delapan di antaranya sebelum tertular datang ke Kalbar dari Sarawak, Malaysia, melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong, Kabupaten Sanggau.
Sementara data dari Departemen Kesehatan, Selasa (25/8) kemarin, secara nasional jumlah orang yang terinfeksi virus influenza A (H1N1) bertambah 28 orang menjadi 1.033 orang dan jumlah pasien yang meninggal dunia karenanya bertambah satu menjadi enam orang.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Adhitama mengatakan, penyakit flu baru yang sejak Juni ditetapkan sebagai pandemi global itu kini telah menyebar di 24 provinsi.
Penyakit itu, kata Tjandra, menyebar dengan cepat karena menular melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita.
Namun, lanjutnya, penyakit itu dapat dicegah dengan menjaga tubuh tetap sehat dan bugar dengan makan makanan bergizi seimbang, beraktivitas fisik/berolahraga, istirahat yang cukup dan mencuci tangan pakai sabun setelah melakukan aktivitas dan sebelum makan.
“Selain itu, bila batuk dan bersin tutup hidung dan mulut dengan sapu tangan atau tisu. Jika ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan istirahat di rumah. Bila dalam dua hari flu tidak juga membaik segera ke dokter,” kata Tjandra menjelaskan.
Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya berharap virus A-H1N1 itu tidak bermutasi dengan virus lainnya seperti pemicu flu burung sehingga dapat lebih berbahaya. ant
Dibaca: 272 kali