PONOROGO | SURYA Online - Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), dinyatakan dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap serangan virus A-H1N1 (flu babi) oleh dinas kesehatan (Dinkes) setempat.
Kepala Dinkes Kabupaten Ponorogo, Andi Nurdiana, Selasa (18/8), mengatakan, status ini ditetapkan menyusul banyaknya kasus pasien yang diduga terserang virus A-H1N1 dalam kurun waktu hampir dua bulan belakangan ini.
“Selama bulan Juli dan Agustus 2009 ini, di Ponorogo telah ditemukan kasus terduga A-H1N1 sebanyak 90 orang. Jumlah ini tersebar di seluruh kecamatan dari 21 kecamatan yang ada di Ponorogo,” ujarnya.
Menurut Andi, meski dari 90 kasus terduga flu babi tersebut belum diketahui hasil laboratoriumnya dan seluruh pasiennya telah membaik, namun pihaknya mengimbau kepada masyarakat Ponorogo untuk waspada terhadap serangan virus ini.
Ia mengatakan, virus A-H1N1 atau flu babi sangat cepat penyebarannya. Diduga virus tersebut telah menyebar ke berbagai wilayah di Ponorogo.
“Penyebaran itu bisa ditekan dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga stamina tubuh, dan selalu menggunakan masker di setiap tempat umum,” kata Andi menjelaskan.
Pihak rumah sakit dan dinas kesehatan setempat, lanjut Andi, terus melakukan sosialisasi tentang penyakit ini kepada masyarakat agar penyebarannya dapat berkurang.
Dengan penetapan status ini, maka seluruh petugas kesehatan baik di tingkat puskesmas hingga rumah sakit harus menerapkan standar keamanan flu babi, seperti menggunakan masker selama beraktivitas di puskesmas dan rumah sakit, ujarnya.
Selain itu, atas temuan kasus flu babi di Ponorogo, tambah Andi, pihaknya juga telah menyiapkan seluruh jajarannya, mulai dari polindes, bidan desa, puskesmas pembantu, dan puskesmas untuk siaga selama 24 jam.
Stok logistik untuk mencegah virus flu babi juga dinilai cukup aman. Mulai dari jumlah obat tamiflu, masker, hingga pakaian khusus bagi tim medis untuk memeriksa pasien dugaan flu babi.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat jika ada salah satu anggota keluarga atupun kerabat yang menderita panas dan sesak napas, untuk segera merujuknya ke puskesmas atau rumah sakit daerah untuk penanganan lebih lanjut.
“Terpenting jangan panik, namun tetap waspada. Virus ini dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan lingkungan,” kata Andi. ant
Dibaca: 227 kali