SURABAYA | SURYA.CO.ID - SIAPA menyangka, orang yang baru naik daun tiba-tiba dipanggil Yang Maha Esa. Itulah peruntungan yang dialami Mbah Surip yang nama aslinya Urip Ariyanto bin Soekotjo. Namanya sedang naik daun, tampaknya hoki sedang memihak beliau, tetapi nasib mengatakan lain. Orang yang sedang terkenal dan sangat dicintai penggermarnya ini tiba-tiba wafat. Meninggal dunia secara mendadak memang dikenal dalam ilmu Feng Shui.
Bagaimana ilmu pengetahuan tersebut menerangkan gejala ini? Ada dua perhitungan yang bisa diketengahkan. Pertama adalah Tian Cai (Peruntungan Langit) dan kedua adalah Tie Cai (Peruntungan Bumi). Tian Cai terkait dengan nasib seseorang yang dibaca dari data lahir yang bersangkutan. Ilmu pengetahuan yang dipakai untuk menghitung Tian Cai antara lain Ba Zi (8 Karakter). Sedangkan Tie Cai terkait dengan bangunan, rumah tinggal (baca Feng Shui) yang bersangkutan.
Peruntungan langit atau nasib dilihat dari tanggal lahir Mbah Surip (5 Mei 1949), ia memiliki shio kerbau tanah. Elemen diri (Ren Zi) adalah kayu Yin (-kayu) yang dikelilingi oleh elemen-elemen tanah banyak sekali. Tentu saja elemen kayu ini sangat membutuhkan air, agar ia bisa tumbuh di atas tanah yang menghampar mengelililinginya.
Begitu memasuki usia 60 tahun, Mbah Surip mendapatkan peruntungan anjing air. Peruntungan air ini membuat dirinya memiliki peluang untuk menjadi kaya. Jadi tidak heran jika memasuki tahun 2009 namanya menjadi sangat tenar. Sayangnya Ba Zi Mbah Surip memiliki elemen chou-kerbau dan wei-kambing yang konflik (chiong). Konflik ini bertambah hebat dengan datangnya xu-anjing ketika ia memasuki usia 60 tahun.
Dalam Teori Ba Zi dikenal jika konflik antara kerbau dan kambing ditambah dengan anjing, maka terjadi konflik total, yang dinamakan San Xing. Jika diterjemahkan, San Xing adalah ‘hukuman’ di mana yang bersangkutan akan mengalami masalah yang terkait dengan penyakit atau kesehatan yang sifatnya akut/mendadak. Kedatangan Xu-anjing ini membuat seluruh Di Zi (elemen bumi) yang berada pada baris bawah ini menjadi seluruhnya elemen tanah. Diketahui bahwa tanah menyerap energi api; sebab semua yang dibakar oleh api menjadi tanah. Maka api kehabisankekuatan.
Api dalam kedokteran tradisional China adalah jantung. Tidak heran jika penyakit yang diderita Mbah Surip adalah ‘serangan jantung’. Jangan lupa bahwa tahun 2009 adalah tahun kerbau yang juga berunsur tanah. Maka api mendadak menjadi padam. Jantung berhenti bergerak.
Demikian peruntungan yang dialami seseorang. Jika kita bisa mendeteksi sebelumnya barangkali ada upaya-upaya manusia yang bisa membantu untuk menghindarinya. Tetapi seperti yang kita ketahui, kekuatan Ilahi Yang Maha Kuasa melebihi segalanya, jika saatnya dipanggil olehNya, tak seorangpun dapat mengelak. Semoga Mbah Surip sekarang sudah tenang dan berbahagia di samping khaliknya. Amin. (DR Mauro Rahardjo & Lelyana Rahardjo – Pendiri Feng Shui School of Indonesia)
Dibaca: 2199 kali
Johanis Rampisela
Wah ilmu Fengshui ternyata luas sekali ya, saya kira hanya menyangkut masalah bangunan. Terima kasih atas ilmunya.
Edy Sulistyo Cahyono
saya barusaja memasang akuarium di teras depan lantai atas,.bagaimana ya , apa boleh, dan jenis ikannya apa berpengaruh.
Matur suwun.
hendry gunawan
Selamat siang,
saya mau nanya nih, saya baru beli rumah hadap barat tidak terlalu besar, yang saya mau tanyakan dimana posisi ruangan yang cocok untuk 2 bh kamar tidur, dapur, kamar mandi ruang makan dan cuci pakaian, ruang tamu.
terima kasih untuk sarannya.
(kalo boleh saya jawaban juga dikirim kan ke email saya, terima kasih.)
hendry gunawan
Oh iya maaf saya lupa mencantumkan tanggal lahir saya 8 juli 1980 jam 2 pagi
Thx
hendry gunawan
tgl lahir saya 8 juli 1980 pkl 2 pagi
marge
mohon konfirmasi, benarkah orang bershio kerbau mengalami masa suram pada tahun 2009? lalu bagaimana dengan tahun 2010? lahir 29-8-61