Komposisi Pembelian Bergeser ke KPR

Turunnya bunga kredit pemilikan rumah (KPR) telah mengubah komposisi pembelian rumah. Bila sebelumnya komposisi pembelian rumah kelas atas sekitar 40 persen KPR dan 60 persen inhouse, saat ini menjadi 50:50.

“Itu menunjukkan minat masyarakat membeli rumah melalui KPR cukup tinggi, sehingga KPR langsung terdongkrak ketika bunga mengalami penurunan seperti sekarang,” kata Pratami Harijanti, Manager Marketing CitraLand Surabaya, di Surabaya, kemarin.

Pratami mengakui, di tengah belum pulihnya daya beli masyarakat akibat terkena krisis global menjadikan pembelian rumah melalui KPR yang ditawarkan perbankan cukup menarik. Apalagi bunga KPR antar perbankan saat ini terlibat persaingan ketat.
Dengan demikian, ekspansi besar-besaran perbankan dalam menawarkan KPR bisa mendatangkan keuntungan bagi pembeli rumah. “Momen penurunan bunga KPR ini dipastikan akan banyak dimanfaatkan masyarakat,” ujar Pratami.

Namun, penawaran KPR dengan bunga murah hingga kini belum diketahui masyarakat secara luas. Karena itu, tambah Pratami, harus dilakukan sosialisasi secara gencar tentang informasi penurunan bunga KPR kepada masyarakat bukan hanya oleh pengembang tetapi juga dilakukan perbankan.
“Bagaimanapun, semakin banyak masyarakat mengetahui bunga KPR turun, maka potensi pasar penjualan rumah akan mengalami pertumbuhan di semester II ini,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD REI Jatim Nurwakhid berharap, penurunan bunga KPR dari perbankan itu mampu mendongkrak pasar perumahan. Sehingga, pasar perumahan yang sempat terpukul cukup lama akibat melambungnya bunga KPR perbankan sejak pertengahan 2008, bisa bangkit kembali. “Kalau bunga KPR turun, tentu ini menjadi momen bagi kebangkitan pasar perumahan,” kata dia.

Sejak lama, kata Nurwakhid, REI telah meminta pemerintah membantu menurunkan bunga KPR perbankan. Ini karena hampir 80 persen pembelian rumah yang dilakukan masyarakat melalui KPR dan hanya 20 persen secara tunai atau inhouse. Artinya, ketergantungan pasar rumah terhadap KPR cukup besar, sehingga tingkat bunga KPR selalu menjadi perhitungan pasar rumah.

“Kami menyambut positif apabila perbankan saat ini sudah menurunkan bunga KPR. Apalagi jika terjadi persaingan antarperbankan dalam memasarkan KPR, sehingga masyarakat bisa mendapatkan banyak pilihan menarik dalam membeli rumah,” tutur Nurwakhid. aru

Dibaca: 132 kali

  • Editor : jps

Kirim Komentar