PAGELARAN-SURYA- Penyakit flu yang menyerang ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam sejak 22 Juli lalu ternyata bukan flu biasa. Hasil uji laboratorium, puluhan santri ponpes yang berada di Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran itu positif terkena flu H1N1.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr Agus Wahyu Arifin menjelaskan, ada tiga ponpes di wilayah Kabupaten Malang yang terkena flu massal, yakni Ponpes Al Islahiyah, Nurul Huda, dan Babussalam. Namun dari hasil uji Balai Besar Laboratorium Surabaya, hanya santri di Ponpes Babussalam yang terkena virus flu H1N1.
Lanjutnya, kepastian flu H1N1 itu setelah lima santri diambil sampel darah dan air liurnya. Hasilnya, kelima santri itu positif kena flu H1N1 atau flu babi.
“Dengan kelima santri yang positif kena flu babi, maka santri lainnya (lebih dari seratus santri) dipastikan juga demikian (positif). Karena itu, Ponpes Babussalam dan sekitarnya akan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB),” papar mantan Direktur RSUD Kanjuruhan ini di temui di kantornya, Rabu (5/8).
Guna mengantisipasi penyebaran virus ini, para santri yang kena flu babi itu dilarang keluar ponpes dan dikarantina di ruang musala. “Kami menghimbau agar semua santri dan para pendidiknya selalu memakai masker,” ujar Agus.
Agus mengatakan, tim medis Puskemas Pagelaran sudah disiagakan di lokasi. Mereka digelontor tamiflu guna menghambat perkembangan virus H1N1 ini. Dinkes juga telah menyiapkan 15.000 tamiflu. “Dengan kondisi mereka yang membaik, mereka cukup dikarantina di ponpes dengan pengawasan tim medis. Jika nantinya mereka bertambah parah, dibawa ke RSSA Malang,” ujar Agus.
Menanggapi kasus ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, HM Sanusi meminta dinkes segera mengambil tindakan cepat. Ia meminta santri yang positif kena flu babi segera dirawat di RS. “Sebab virus penyakit seperti ini sulit dideteksi. Apa dinkes bisa menjamin kalau santri yang sudah kena flu babi itu tidak makin parah jika hanya dikarantina di ponpes. Jika tak ada anggaran misalnya, dinkes bisa mengajukan ke bupati dengan dasar KLB,” saran Sanusi.
Jangan Panik
Pengasuh Ponpes Babussalam, KH Thoriq Darwis meminta para wali murid dan wali santri tidak panik dengan pernyataan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Ini karena flu babi tidak sebahaya flu burung. “Flu seperti itu bisa terjadi di kota mana saja,” tutur Thoriq.
Terkait pernyataan Dinkes Kabupaten Malang, Thoriq mengaku belum sepenuhnya percaya. Sebab, saat muncul gejela flu santri massal akhir pekan lalu, dinkes hanya mengambil dua sampel air liur, masing-masing seorang santriwan dan santriwati.
Sedangkan dalam pernyataan kemarin, adanya santri positif yang mengidap H1N1 itu berdasarkan pemeriksaan atas lima sampel. “Kalau dari kami hanya dua, lantas yang diperiksa itu lima, apakah benar itu milik santri kami,” ujarnya.
Namun demikian, da’i muda ini mengaku akan mengikuti saran dinkes. “Sebenarnya di sini semua sudah sehat. Tapi kami tetap akan menuruti saran dinkes, melakukan isolasi dan memberi tamiflu,” katanya. st12/tof
Tabel :
Serangan Flu di Ponpes Malang 2009
* 22 Juli, lebih dari 200 santri di Ponpes Babussalam. Mereka di isolasi di musala dan aula. Beberapa dirujuk ke RS Kanjuruhan. Sample air liur yang dikirim ke Surabaya membuktikan beberapa terkena flu H1N1.
* 24 Juli, sekitar 40 santri di Ponpes Al Islahiyah Jl Kramat 46 Singosari mengalami demam dengan gejala mirip flu. Semuanya dinyatakan sembuh dan negatif flu H1N1.
* 27 Juli, sekitar 70 santri di Ponpes Nurul Huda, Singosari mendadak demam secara bersamaan. Pihak pondok menyatakan semuanya telah sembuh.
* 5 Agustus, Kabupaten Malang dinyatakan KLB Flu H1N1