Taufik Bulaga, Ahli Bom dari Poso Menghilang Sejak Tahun 2006

POSO | SURYA Online - Taufik Bulaga alias Upik Lawanga, ahli membuat bom dan diduga kuat sebagai salah satu murid kesayangan Dr Azahari (almarhum), dilaporkan sudah menghilang dari kota Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), sejak tahun 2006 lalu.

“Dia sejak akhir tahun 2006 tidak pernah lagi pulang ke rumah,” kata Dalib Bulaga, kakak kandung Taufik Bulaga, saat ditemui di rumahnya di Jalan Umana Soli, Lorong Bulog, Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso Kota, Sulteng, Minggu (2/8).

Pernyataan tersebut disampaikan Dalib saat dimintai keterangan soal adanya desus-desus yang mengaitkan adiknya itu dengan pembuatan bom yang menghantam Hotel JW Marriott dan Hotel Rizt-Carlton di Jakarta pada Jumat dua pekan lalu (17/7).

Menurut Dalib, Taufik sudah menghilang dari Poso sebelum terjadi kontak fisik antara kelompok sipil bersenjata dengan polisi di kawasan Tanah Runtuh, Kelurahan Gebangrejo, Poso Kota, pada malam takbiran Idul Fitri 1427 Hijriah atau bertepatan tanggal 22 Oktober 2006.

“Pokoknya, sejak dirinya dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi, dia sudah meninggalkan Poso dan tidak pernah lagi memberitahukan di mana keberadaannya,” kata Dalib.

Aparat kepolisian sendiri melakukan razia di kawasan Tanah Runtuh ketika itu, untuk mencari 34 tersangka yang masuk dalam DPO karena diduga kuat terlibat serangkaian kasus kejahatan terorisme di wilayah Poso dan Palu.

Dalib juga mengatakan, pihak keluarganya di Poso saat ini semakin gelisah, menyusul diintesifkannya pencarian oleh aparat keamanan terhadap Taufik karena yang bersangkutan dikaitkan dengan ledakan bom di kawasan Mega Kuningan Jakarta.

“Supaya keluarga di sini bisa menjadi tenang, saya berharap Taufik segera menyerahkan diri kepada aparat keamanan,” tutur Dalib mengimbau.

Apalagi, menurut Dalib, orang tua mereka di Poso selama beberapa tahun terakhir ini sudah sakit-sakitan, dan tidak pernah dijenguk oleh Taufik.

Sementara itu, Ketua RT di lingkungan Lorong Bulog Poso,  Eka Ningsih mengatakan, sejak aparat kepolisian intensif mengejar para DPO yang berada di wilayah Poso pada akhir Oktober 2006, dirinya tidak pernah lagi melihat Taufik mendatangi rumahnya.

“Sudah sekitar tiga tahun terakhir ini, saya tidak pernah melihat dia berada di Poso,” katanya.

Namun, Eka mengakui, kalau dirinya sangat mengenal sosok Taufik Bulaga yaitu orangnya berperilaku baik terhadap saudara dan kerabat, serta penampilannya biasa-biasa saja. “Tidak ada yang menonjol dari dirinya, sama seperti warga lain,” tuturnya. Eka menambahkan, dirinya hingga kini tidak mengetahui di mana keberadaan anak dan istri Taufik yang dinikahinya beberapa tahun lalu, kecuali mendengar khabar burung kalau mereka sejak beberapa tahun terakhir telah hijrah ke kabupaten tetangga, Morowali.

Taufik Buraga selama ini ditengarai polisi terlibat dalam serangkaian kasus peledakan bom serta aksi kekeresan bersenjata lainnya di wilayah Poso dan Palu.

Dia disebut-sebut sebagai peracik bom yang menghancurkan Pasar Tentena di wilayah Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, pada bulan Mei 2005 yang menewaskan 22 orang serta puluhan lainnya cedera.
Polisi juga mengaitkan Taufik dengan kejadian ledakan bom di Gedung Olah Raga (GOR) Puselemba, Poso Kota, tahun 2006 lalu. Tapi, dalam peristiwa di tengah berlangsungnya festival budaya itu, tidak menimbulkan korban jiwa.

Kasus terakhir di kota Poso yang dicurigai melibatkan Taufik Bulaga, yaitu ledakan bom senter yang menewaskan seorang wanita bernama Nella Salianggo (22) pada tahun 2007. ant

Dibaca: 277 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar