Home » Bisnis

Kepercayaan Konsumen Menguat Didukung Pertumbuhan Ritel dan Belanja Iklan

Jakarta - Surya-Harapan konsumen di Indonesia agar kondisi ekonomi dalam negeri segera pulih makin menguat. Penguatan itu berdasarkan indeks survei Nielsen, yang terjadi seiring dengan penguatan di beberapa negara lain di dunia, kecuali Amerika Serikat, Inggris dan Jerman.

Direktur Eksekutif Consumer Research The Nielsen Company Catherine Eddy mengatakan, kepercayaan konsumen di Indonesia meningkat sembilan poin bersamaan dengan negara Jepang, Korea Selatan, dan Hongkong. “Hanya India yang indeks kepercayaannya melambung hingga 13 poin,” kata Catherine Eddy, di Jakarta, Kamis (30/7).

Menurut dia, kepercayaan konsumen di Indonesia untuk enam bulan ke depan bakal semakin meningkat, mengingat masih ada even-even penunjang yang sangat berpengaruh yaitu Ramadan, Idul Fitri dan Natal. “Pada saat itu kepercayaan konsumen akan melonjak drastis, saya kira harapan konsumen akan semakin besar,” tandasnya.

Catherine melihat pertumbuhan di bidang perdagangan ritel mendukung tingkat kepercayaan konsumen. Nilai pasar ritel dalam setahun berdasarkan data Mei mengalami pertumbuhan 7 persen dibandingkan tahun lalu. Ditambah lagi, belanja iklan semester I naik 13 persen yang sebagian besar dikontribusikan iklan Pemilu.

“Indikator-indikator itu menunjukkan Indonesia tidak terikat krisis keuangan global. Perekonomian di sini lebih bergantung pada konsumsi lokal, jika dibandingkan negara tetangga di Asean. Ini jelas menguntungkan dalam memberikan perlindungan saat ekspor lesu,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Catherine, ada beberapa PHK meski tidak dalam skala besar dan menyeluruh seperti negara lainnya. Tingkat kepercayaan konsumen yang bagus di negara ini sangat dipengaruhi situasi politik yang stabil, tingkat inflasi yang rendah, tidak adanya kehilangan pekerjaan dalam jumlah dramatis, serta optimistis (juga belanja) dalam kaitannya dengan ajang Pemilu.

Berdasarkan survei kepercayaan konsumen global dari The Nielsen, harapan konsumen agar krisis ekonomi global segera pulih makin menguat. Hal ini didukung peningkatan optimisme konsumen dan stok pasar di kawasan BRIC (Brazil, Russia, India, China) dan beberapa negara utama di Asia.
“Pada Maret, kami melihat pertanda awal sejauh konsumen dunia peduli, resesi mencapai titik terendah. Tiga bulan kemudian, mereka mulai memikirkan pemulihan yang menjadi titik balik utama,” paparnya.

Survei Nielsen bulan Juni yang melibatkan 14.029 konsumen dari 28 negara, sekitar 71 persen (turun 6 poin dari angka 77 persen pada Maret) responden berpikir negara mereka tengah dalam masa resesi.

Kepercayaan konsumen di Indonesia sangat berkaitan dengan tingkat inflasi. Tahun ini, inflasi dapat ditekan sedemikian rupa, sehingga tidak mengejutkan jika terjadi peningkatan kepercayaan konsumen. “2009 menjadi tahun yang baik bagi konsumen dari perspektif harga bila dibandingkan 2008 yang kebutuhan rumah tangganya meningkat hingga 2 digit,” katanya.

Salah satu faktor pendukungnya, lanjut Catherine, pemilu bulan Juli yang berlangsung tanpa insiden membuat masyarakat semakin percaya diri bahwa stabilitas politik akan berpengaruh pada ekonomi. jbp/ewa

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "