Home » Jatim Raya

Gegana Polda Sisir Bondet, Amankan 6 Tersangka

Pasuruan - Surya-Sekitar 200 personel aparat kepolisian dari Gegana, Brimob Polda Jatim serta Polres Pasuruan menyisir sejumlah tempat yang diduga tempat pembuatan serta penyembunyian bondet (bom ikan), Kamis (30/7).
Operasi gabungan itu menyita 14 bondet dan enam tersangka pembuatannya. Selain digunakan untuk mengebom ikan di laut, bondet sering digunakan untuk melukai maupun membunuh.

Ada empat tempat di Desa Suboh, Kecamatan Pasrepan yang diduga menjadi tempat membuat maupun menyimpan bondet, di antaranya rumah Jumantar, Hamzah, Untung dan M Hanan.

Sebelum digeledah, sejumlah anggota kepolisian menyebar untuk mengepungnya lebih dahulu. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan di sekitar rumah, mulai dari dalam hingga halaman yang dipenuhi berbagai tanaman dengan menggunakan alat detektor logam.

Pemilik rumah di empat lokasi itu sebelumnya terlibat perseteruan hingga terjadi aksi saling melempar bondet. Perseteruan itu melibatkan kelompok Jumantar dengan Mulyono, Kades Sibon yang dibarengi M Hanan, Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Sibon.

Menariknya saat berada di rumah M Hanan, petugas justru diminta untuk singgah dulu seperti tamu-tamu lainnya. Maklum, Ketua BPD Sibon yang berpenampilan lugu ini tidak mengetahui kalau saat itu dilakukan razia bondet. “Silahkan duduk-duduk dulu. Saya buatkan kopi atau teh sambil menikmati gorengan,” ujarnya.

Dari empat lokasi itu, petugas mengamankan bahan-bahan untuk membuat bondet. Sedangkan di rumah Hamzah dan Untung petugas menyita sejumlah senjata tajam.

Sementara razia petugas di Dusun Dawuhansewu, Desa Minggir, Kecamatan Winongan membuat pemilik rumah yang diduga untuk membuat dan menyimpan bondet lari tunggang langgang. Petugas mengamankan 14 bondet dan senjata tajam dengan lima tersangka, yakni Sawaki, Hadari, Sumarto, M Imron dan Sugihariyanto.

“Saya menyimpan bondet-bondet itu untuk mengamankan sarang burung walet yang saya tunggu. Sebab, sarang burung walet seringkali diserbu perampok untuk dijarah,” terang Sawaki saat digelandang petugas.

Kapolres Pasuruan AKBP Achmad Yani yang memimpin penggerebekan menyampaikan, razia itu merupakan tindak lanjut menyusul aksi kekerasan dan pembunuhan dengan menggunakan bondet. “Ini untuk mengantisipasi maraknya tindak kriminalitas. Razia ini tidak ada kaitannya dengan aksi terorisme,” tandasnya. st13

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "