Home » Malang Raya

Depag Pantau Ponpes, Usulkan KUA Bentuk Paguyuban

MALANG-SURYA-Adanya flu massal yang menyerang santri di tiga pondok di Kabupaten Malang langsung direspons pihak Departemen Agama (Depag) Kabupaten Malang. Untuk mengatasi masalah yang menimpa pondok pesantren (ponpes) Depag meminta Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan membentuk paguyuban penyuluh.
Kakandepag Kabupaten Malang, Mustain mengatakan keberadaan paguyuban ini sangat penting guna memberi informasi dalam hal apapun termasuk kesehatan.

“Depag juga penyuluh agama, begitu juga dinas lain di Pemkab Malang seperti ada penyuluh kesehatan, pertanian. Alangkah baiknya membentuk semacam paguyuban. Sehingga jika terjadi sesuatu, bisa terjadi koordinasi sesuai kompetensinya,” jelasnya, Kamis (30/7) di Pendopo Kabupaten.

Lanjutnya, sejauh ini pihaknya belum melakukan langkah apa-apa terkait kejadian flu yang menyerang ratusan santri itu karena sudah ditangani oleh dinas kesehatan. Namun, Kasi Pontren (Pondok Pesantren) Kantor Depag Kabupaten Malang telah memantau kasus tersebut.

“Sebenarnya kalau soal menjaga kebersihan dan kesehatan, sudah dilakukan kerjasama dengan puskesmas terdekat pondok,” katanya Mustain yang juga mengatakan ada sekitar 500 ponpes di Kabupaten Malang.

Kadinkes Kabupaten Malang, dr Agus W Arifin, menambahkan, sampling air liur santri sudah dikirimkan ke laboratorium di Surabaya pada Rabu (29/7) lalu. “Ponpes yang di Singosari kami sampling lima santri dan Pagelaran disampling tujuh santri,” katanya.

Seperti diberitakan kemarin, ratusan santri dari Ponpes Babussalam, AL-Islahiyah, Nurul Huda terserang flu secara serentak. Mereka mengeluh demam, batuk, dan kesulitan menelan.
Sementara maraknya dugaan penyebaran virus flu babi (H1N1) di sejumlah pondok membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang bergerak cepat dengan deteksi dini pada kasus-kasus influenza di masyarakat.

Kabaghumas Pemkot Malang, Drs Subkhan, mengatakan, Dinkes Kota Malang telah menggelar pembekalan untuk para petugas di puskesmas dalam menangani kasus influensa, baik flu burung (H5N1) ataupun flu babi. ”Imbauan untuk ikut mencermati lingkungan dan turut waspada juga terus disampaikan Dinkes kepada seluruh puskesmas,” jelas Subkhan, Kamis (30/7).vie/ekn

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "