MALANG | SURYA.CO.ID - Polri memang punya tim khusus untuk memburu teroris yakni Detasemen Khusus 88 Antiteror, namun bukan berarti satuan di bawahnya tidak punya kemampuan dan keahlihan yang sama untuk itu.
Seperti yang diperlihatkan oleh unit Brantas Street Crime (BSC) Sat Samapta Polresta Malang, saat mengelar latihan LongMat (pertolongan dan penyelamatan) di Pos Satpol PP yang terletak di Alun-Alun Kota Malang, Jumat (31/7).
Dalam simulasi latihan tersebut, 30 anggota BSC melakukan simulasi penyergapan sebuah rumah yang diduga didalamnya berlangsung kegiatan yang mencurigakan, berkaitan dengan terorisme. Bersenjatakan senjata serbu laras panjang, personel BSC secara bersamaan langsung mendobrak pintu depan dan pintu bagian dalam. Selanjutnya, dilakukan penyergapan sekaligus mengamankan orang-orang didalam rumah yang dicurigai.
Kepala Sat Samapta Polresta Malang, Ajun Komisaris Polisi Susanto menjelaskan, latihan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan personel Polri, khususnya Samapta dalam menangani dan melakukan pencegahan tindak kejahatan.
Kemampuan harus selalu diasah, agar anggota bisa tanggap dalam menghadapi situasi nyata dilapangan, baik itu terkait street crime (kejahatan jalanan) atau kejahatan lainnya,” ucapnya. Susanto mengatakan, program latihan yang menjadi program Polda ini mencakup sembilan latihan dasar, diantaranya, adalah latihan penyergapan, tindakan pertama TKP, patroli, dan SAR (Search and Rescue). Latihan yang digelar di Alun-Alun ini sempat mendapatkan perhatian banyak warga Malang yang kebetulan melintas. wahyu nurdiyanto
Dibaca: 441 kali