Blitar - Surya- Kian banyak saja TKI yang tewas mengenaskan di rantau. Kabar terakhir adalah Sunari, 40, TKI asal Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, yang tewas setelah terjatuh dari lantai 3 pada Sabtu (25/7) lalu.
Dia terjatuh di bangunan proyek, tempatnya bekerja sebagai tukang batu di Selangor Malaysia.
Jenazah Sunari tiba dari Malaysia Rabu (29/7) pukul 04.00 WIB dini hari, setelah dibawa melalui pesawat dan mendarat di Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah disemayamkan di rumah duka, pukul 08.00 WIB jenazah Sunari langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
Disampaikan paman Sunari, Sukarman, 50, berita kematian keponakannya diterima keluarga melalui telepon dari teman kerja korban di Malaysia pada Sabtu (25/7) sore sekitar pukul 17.00 WIB. “Informasinya terjatuh dari lantai 3, kemudian dibawa ke rumah sakit, tapi tidak tertolong,” tutur Sukarman.
Tapi surat keterangan resmi mengenai penyebab kematiannya, Sukarman mengaku belum menerima, sehingga tidak bisa menyebutkan pasti penyebab kematiannya. Kabar ini tentu saja mengagetkan keluarganya di Blitar, karena beberapa minggu sebelumnya, korban sempat mengirim surat, yang isinya mengabarkan kalau dia akan pulang Lebaran bulan September 2009.
Menurut Sukarman, Sunari berangkat resmi dari Blitar melalui PJTKI di Kuala Tungkal Kepulauan Riau (Kepri), tahun 2003. Selama itu korban belum pernah pulang, karena ingin mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk modal usaha di Blitar. “Dia juga punya paspor, tapi berangkatnya memang melalui PJTKI di Riau,” tandasnya.
Secara terpisah Kepala Disnakertrans Kabupaten Blitar, Heri Setiono ketika dikonfirmasi mengenai tewasnya Sunari mengaku tidak menemukan datanya. Diduga Sunari berangkat menjadi TKI secara ilegal. “Bahkan pemberitahuan dari Disnaker Provinsi Jatim juga tidak ada,” kata Heri.
Ketika ditanya mengenai bantuan pemkab menguruskan hak-hak korban, Heri mengaku masih akan melacak dulu dari mana korban berangkat dan melalui PJTKI apa. Karena data korban sangat minim, sulit untuk mengetahui PJTKI dan perusahaan tempatnya bekerja. ais
Editor : jps