Home » Berita Terkini

RSU Dr Soetomo Overload, Enam Positif Flu Babi

SURABAYA - SURYA-Enam santri Ponpes Assalafi Al Fithrah yang dirawat di RSU Haji Sukolilo Surabaya dinyatakan positif terinfeksi virus flu babi (A H1N1). Mewreka dirujuk ke RSU Dr Soetomo, Selasa (28/7).
Direktur RSU Haji Dr Sukamto Sp OG menyatakan, hasil pemeriksaan laboratorium Lakesda menunjukkan bahwa polymerase chain reaction enam pasien positif. “Sedangkan hasil uji lab dari Jakarta belum kami terima,” ujarnya.

Setelah mengirim enam pasien ke RSU Dr Soetomo, kini RSU Haji masih merawat 23 pasien santri ponpes Assalafi Al Fithrah di ruang Serambi Mekah. “Mereka masih panas. Kami merawat mereka layaknya pasien yang positif,” tutur,” ujar Sukamto.

Sukamto mengaku telah berkoordinasi dengan Dinkes untuk mengantisipasi penyebaran flu babi. Sementara di Ponpes Assalafi Al Fithrah, pengurus pondok mengisolasi santri yang sudah dipulangkan dari RS dalam dua ruang khusus (satu untuk pria dan lainnya perempuan).

“Kami mengikuti saja petunjuk dari petugas Dinkes, RSU Dr Soetomo, dan Puskesmas yang menangani di sini,” ujar Ketua Yayasan ponpes Assalafi Al Fithrah Ainul Huri.

Sejak Rabu (29/7) pagi, kata Huri, tim medis sudah siaga di ponpes. Sejumlah dokter langsung memeriksa santri yang mengalami gejala flu babi dan menempatkan mereka di ruang isolasi. Sebuah mobil ambulans juga disiapkan di halaman ponpes.

Mengantisipasi penyebaran virus, para santri diliburkan sampai Jumat (31/7). Seharusnya, aktivitas di ponpes sudah berjalan lagi sejak Rabu (29/7). Ponpes ini menampung sekitar 1.500-an santri yang datang dari berbagai daerah.
Di antara para santri, ada dua warga asing, satu dari Malaysia dan satunya Singapura. Ponpes di Jl Kedinding Lor ini punya 19 kamar untuk santri pria dan 14 kamar untuk perempuan.

Saat haul akbar Syech Abdul Qodir Jaelani dan Ustman Al Ishaqi Sabtu (25/7) dan Minggu (26/7), ponpes ini menerima ribuan tamu dari dalam maupun luar negeri, termasuk Malaysia, Singapura, dan Saudi Arabia. Tamu dari luar negeri sekitar 300 orang.

Overload
Dengan enam pasien dari Ponpes Assalafi Al Fithrah, pasien flu babi yang masuk RSU Dr Soetomo sehari kemarin ada delapan orang. Dua lainnya adalah santri dari Ponpes Tebuireng Jombang dan pasien rujukan RS Adi Husada Surabaya.

Menurut Wakil Direktur RSUD Dr Soetomo dr Urip Murtedjo SpB, Rabu (29/7), sampai kemarin masih ada 20 pasien flu babi, termasuk satu warga China dan satu Belanda. Di antara mereka, 19 dirawat di ruang isolasi khusus dan satu di ruang isolasi anestesi.

Pasien di ruang isolasi khusus, kata Urip, overload, karena semestinya hanya ditempati 15 pasien saja. Itu sebabnya, pihak RSU terpaksa menambah brankar supaya tertampung semua.

Pihak RSU Dr Soetomo, tambah Urip, sudah koordinasi dengan Dinkes Surabaya dan Dinkes Jatim untuk mengantisipasi luberan pasien flu babi. Selain mengoptimalkan RS daerah dan swasta, pihaknya juga meminta laboratorium mikro RSU Dr Soetomo dan laboratorium TDG Unair jadi rujukan warga memeriksa sampel darah dan swap suspect.

Sementara itu, Kadinkes Surabaya Esty Martiana Rahmie menyatakan enam pasien asal ponpes itu dinyatakan positif berdasar hasil laboratorium BLK Surabaya. Supaya lebih valid, pihaknya masih menunggu hasil confirmasi laboratorium Jakarta. “Biasanya seminggu sudah keluar,” kata Esty saat ditemui di DPRD Kota Surabaya kemarin.

Diakui Esty mewabahnya virus flu burung bisa diprediksi sejak awal, karena virus ini sudah bisa menular dari manusia ke manusia. Sedangkan flu burung belum. Meski demikian, Esty belum memberlakukan status kondisi luar biasa (KLB). “Jangan terpatok pada status, yang penting kesiapan penanganannya,” ujarnya.

Agar flu babi tidak semakin meluas, Esty mengimbau masyarakat agar untuk sementara ini mengurungkan niat berkunjung ke negara endemi seperti Singapura dan Malaysia atau ke Pulau Bali. “Untuk masing-masing pribadi, jaga stamina dengan meningkatkan hidup teratur. Kalau ada gejala ISPA pakailah masker. Hindari kerumunan massa. Sering cuci tangan pakai sabun,” sarannya. Rey/uus/ant

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "