SURABAYA | SURYA Online - Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), KH Mutawakkil Alallah meminta pemerintah menjelaskan masalah flu A-H1N1 secara lengkap kepada masyarakat. Dengan demikian, tidak terjadi keresahan di masyarakat.
“Saat ini flu A-H1N1 terkesan lebih mengerikan ketimbang flu burung H5N1. Padahal, tingkat kematian atau mortalitas flu A-H1N1 sangat kecil hanya 0,000 sekian, sedangkan flu burung 80 persen. Tapi, flu A-H1N1 memang sangat mudah menular,” tutur KH Mutawakkil kepada wartawan, Kamis (30/7) di Kantor PWNU Jatim, Surabaya.
Tiada keteranga, yang jelas dan lengkap yang mengakibatkan flu A-H1N1 menjadi teror dan meresahkan masyarakat.
Saat ini, setidaknya lima santri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan enam santri putri Ponpes Al Fithrah Surabaya dinyatakan positif A-H1N1. Mereka dirujuk ke RSU dr Soetomo. Selain itu, 23 santri putri Ponpes Al Fithrah lainnya juga dirawat sebagai pasien positif A-H1N1 di RS Haji Surabaya.
Adapun 22 santri putri Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo dinyatakan negatif A-H1N1. Para santri sebelum ini dirawat ke RSUD Probolinggo dan seorang di antaranya dirujuk ke RSU dr Soetomo.
“Kenyataannya, tidak ada santri (Ponpes) Genggong yang positif A-H1N1. Malah ketika dipulangkan dari RSU Soetomo, dokternya tidak muncul dan menjelaskan apa pun. Dipulangkan begitu saja,” tutur KH Mutawakkil yang juga pengasuh Ponpes Genggong. ina/kcm
Editor : Sugeng Wibowo