JAKARTA | SURYA.CO.ID - Banyaknya santri pondok pesantren yang diberitakan terserang firus H1N1 atau flu babi direspon cepat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). PBNU akan menggelar rapat dengan agenda khusus membahas masalah tersebut, Jumat (31/7/2009) pagi.
Rapat yang akan digelar kantor di PBNU ini akan melibatkan pengurus dan dokter dari Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) dan Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM). Setelah rapat koordinasi, mereka akan langsung datang ke semua pondok pesantren di lingkungan NU yang telah terserang wabah H1N1.
Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi mengatakan, pihaknya telah mengintruksikan LPKNU dan CBDRM untuk segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi dan mencegah semakin meluasnya firus H1N1 di pondok pesantren. Mereka juga akan mempelajari lebih jauh kasus flu babi di kalangan pesantren
”Sebagai Ketua Umum PBNU saya telah menginstruksikan kepada LPK pusat untuk segera mengambil langkah konkrit untuk menangani banyaknya santri-santri pesantren yang terkena flu H1N1,” kata Hasyim di Jakarta dalam siaran persnya yang diterima SURYA, Kamis (31/7).
Pengasuh pondok pesantren Al Hikam Malang dan Depok ini menjelaskan, tim dokter LPKNU akan mendatangi pondok pesantren yang terserang firus babi.”Insyaallah, setelah koordinasi akan terjun ke lapangan,” kata mantan Ketua PWNU Jatim ini.
Agar langkah tim dokter dari LPKNU ini berjalan cepat, lanjutnya, PBNU meminta LPKNU dan CBDRM membentuk beberapa tim.”Tim dokter akan terjun secara terbagi agar menjangkau beberapa pesantren dengan cepat,” jelasnya.
Selain terjun langsung ke pondok pesantren, PBNU juga mengintruksikan tim dokter LPKNU dan CBDRM untuk berkoordinasi dengan rumah sakit yang ditempati santri pasien H1N1.”Sebaiknya berkoordinasi juga dengan RSNU kalau ada atau RS lainnya. Harus diambil langkah-langkah peringanan biaya kepada santri. Kemudian segera lapor ke PBNU,” katanya. yul
Dibaca: 208 kali